Tren Penyebaran Corona di Aceh Meningkat

Pasien terpapar virus corona di Aceh kembali bertambah. Hari ini, seorang warga Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, dinyatakan positif terserang corona. Sehari sebelumnya, Rumah Sakit Zainoel Abidin juga merawat dua orang yang terinfeksi covid-19.


HB adalah pasien ke-53. Dia terkonfirmasi positif berdasarkan hasil pemeriksaan swab dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) di Balai Litbangkes Aceh, Rabu, 24 Juni 2020.

“Kami belum mengetahui riwayat tertularnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh Hanif. “Apakah tertular di daerah zona merah atau transmisi lokal. Riwayatnya sedang ditelusuri.”

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani alias SAG, mengatakan salah satu pasien adalah NB, asal Aceh Selatan. Dia barus saja menjalani operasi usus buntu di Rumah Sakit Umum Meuraxa.

"Tiga hari setelah operasi, kondisi NB tampak semakin membaik, namun pada foto thorax (bagian dada) terlihat ada gejala infeksi virus corona," kata SAG.

Tim medis pun memutuskan untuk melakukan swab nasofaring dan orofaring dan diperiksa dengan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) di Litbangkes Lambaro Aceh Besar. Hasil PCR menunjukkan NB positif Covid-19.

Sementara HIS adalah pemiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Pekan Baru. Dia diketahui menderita C-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab nasofaring dan orofaring dengan PCR di Litbangkes Aceh pada 23 Juni 2020. Ia kini dirawat oleh Tim Medis Covid-19 RSUZA Banda Aceh.

Sedangkan WH adalah remaja 18 tahun. Dia diduga menderita corona saat berobat di RSU Meuraxa Banda Aceh karena demam dan penyakit penyerta lainnya. Hasil foto rotgen memperlihatkan tanda-tanda infeksi virus corona. Setelah menjalani swab tes, warga Kuta Alam ini dinyatakan positif corona.

“Kita imbau masyarakat memberlakukan protokol kesehatan terhadap tamu-tamunya yang datang dari luar zona hijau. Akan lebih bijaksana bila saat ini silaturahim dilaksanakan dengan menggunakan teknologi informasi,” kata SAG.