Menteri Tito Lantik Anak Aceh Menjadi Dirjen Bina Adwil

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melantik Safrizal ZA sebagai Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri. Jabatan ini dipercayakan kepadanya setelah menjalani seleksi panjang dan ketat.


"Kita semua selaku masyarakat Aceh, tentunya menaruh harapan di pundaknya untuk membantu percepatan koordinasi pembangunan Aceh di masa yang akan datang," kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Aceh, Iswanto, Selasa, 28 Juli 2020.

Safrizal merupakan putra dari Zakaria Ali dan Ainun Yusuf. Dia menamatkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Banda Aceh. Lantas melanjutkan pendidikan di STPDN Jatinangor dan berlanjut ke IIP Jakarta. Di Jakarta, dia juga mengambil program doktoral.

Pada pertengahan 2019, Putra Aceh kelahiran Banda Aceh 1970 tersebut menyelesaikan pendidikan doktor pada IPDN dengan predikat membanggakan. Dia mengawali karier sebagai Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Di situ, di menjabat sebagai Lurah Kota Lhokseumawe, pada 1994.

Empat tahun kemudian, Safrizal dilantik menjadi Sekretaris Camat Kecamatan Makmur Kabupaten Aceh Utara. Dalam jabatan ini pula Safrizal membantu persiapan pemekaran Kabupaten Bireuen.

Di Bireuen, pada 2000, setelah Bireuen menjadi kabupaten, Safrizal menjabat sebagai Kasubbag Tata Pemerintahan dan Otonomi Daerah. Namun hanya setahun. Dia kemudian dipindahkan ke Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan menjalani debut sebagai Kasi Aceh dan DKI Jakarta-Subdit Otonomi Khusus Ditjen Otda Depdagri.

Pada 2016, Safrizal diangkat sebagai Direktur Penataan Daerah dan Otonomi Khusus. Dia bersentuhan dengan tata kelola pemerintahan otonomi khusus, seperti Aceh, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Papua.

Usai wisuda menjadi doktor dalam bidang ilmu pemerintahan di IPDN, Safrizal dipercaya sebagai Direktur Manajemen Bencana dan Kebakaran pada Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri. Dia juga dipercaya menjadi wakil Kemendagri dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19.

"Pikiran dan ide sangat banyak disumbangkannya terkait dengan penanganan covid-19 di Indonesia termasuk menyusun tiga buku pedoman yang menjadi panduan penanganan covid-19 oleh pemerintahan daerah," kata Iswanto.