23 Orang, Termasuk Pemimpin Pesantren di Aceh akan Disidangkan Pekan Depan Terkait Investasi Bodong

Umar Rafsanjani bersama pemilik dan pengurus Yalsa Boutique. Foto: ist.
Umar Rafsanjani bersama pemilik dan pengurus Yalsa Boutique. Foto: ist.

Sebanyak 23 orang akan disidangkan pekan depan terkait investasi bodong. Para tergugat terdiri dari pemilik Yalsa Boutique hingga salah seorang pimpinan pesantren di Banda Aceh, Aceh.


Humas Pengadilan Negeri Banda Aceh, Sadri, mengatakan gugutan mereka yang terdaftar di PN Banda Aceh dengan nomor 53/Pdt.G/2021/PN Bna tersebut akan di sidangkan Desember ini.

"Para korban mendaftarkan gugatan mereka, Rabu 24 November lalu. Sidang perdana nanti akan dilaksanakan 15 Desember mendatang," kata Sadri, kepada Kantor Berita RMOLAceh, Rabu, 1 Desember 2021.

Sadri menyebutkan semua orang yang didua terlibat investasi bodong tersebut akan dipanggil untuk menghadiri siding perdana. Jika tidak hadir, akan dipanggil lagi.

Sadri menjelaskan berdasarkan aturan perdata, misalnya dua kali dipanggil tidak datang, tergantung majelis hakim mengambil keputusan.

"Terkait hubungan seorang pemimpin pesantren dengan pemilik owner Yalsa Boutique, mungkin ada menanam modal juga. Mana tahu, barang kali tidak balik sejumlah uang yang diinvestasikan itu," ujar Sadri.

Sadri mengaku tidak mengetahui berapa jumlah uang yang dirugikan pihak korban. Namun, kata dia, dalam petitum penggugat meminta hakim menyita sejumlah barang milik tergugat.

"Penggugat juga meminta hakim menghukum para tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 10 juta untuk setiap hari keterlambatan bilamana lalai untuk menjalankan putusan ini," sebut Sadri.