Abu Laot Divonis Empat Bulan Penjara, Langsung Bebas

Abu Laot dan Penasehat Hukumnya  usai sidang pembacaan putusan. Foto: Merza/RMOLAceh.
Abu Laot dan Penasehat Hukumnya  usai sidang pembacaan putusan. Foto: Merza/RMOLAceh.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh memvonis 122 hari atau empat bulan pidana penjara terhadap terdakwa Musfy Ishak alias Abu Laot atas kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Sayed Muhammad Muliady. Sidang berlangsung pada Selasa, 2 April 2024.


Sidang dipimpin oleh Majelis Hakim yang diketuai oleh R Hendral dan didampingi oleh Saptika Handhini dan Hamzah Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh yaitu Robi.

Dalam persidangan Abu Laot yang merupakan Tiktokers Aceh terlihat mengenakan baju berwarna hitam dan mengenakan kopiah. Abu Laot juga didampingi oleh Penasehat Hukumnya Mahadir.

"Mengadili menjatuhkan pidana penjara selama 122 hari terhadap terdakwa dan dikurangi masa penahanan," kata Hakim Ketua R Hendral.

Selain dijatuhi penjara, kata Majelis Hakim, Abu Laot juga dikenakan denda sebesar Rp 5 juta dengan subsidair satu bulan kurungan. Perbuatan terdakwa melanggar pasal 27 ayat (3) undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Meskipun Abu Laot divonis selama 122 hari, namun Abu Laot dinyatakan langsung bebas dari pidana penjara. Sebab hukuman pidana yang dijatuhkan Majelis Hakim telah dikurangi masa penahanan selama terdakwa ditahan.

Usai membaca putusan tersebut, JPU mengatakan sikap pikir-pikir terlebih dahulu.

Diketahui, Abu Laot ditahan oleh Kepolisian Daerah (Polda) pada awal bulan Oktober 2023 lalu. Kemudian, kasus Abu Laot terus proses dan dilimpahkan ke Kejari Banda Aceh dengan posisi Abu Laot tetap ditahan.