Aceh Posisi Corot di MTQN ke-28, Anggota DPR Aceh: Harus Dievaluasi

Muhammad Yunus. Foto: Fakhrurrazi.
Muhammad Yunus. Foto: Fakhrurrazi.

Musabawah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-28, pada 2020, bukan sebuah hal yang membanggakan bagi kafilah Aceh. Dalam ajang ini, Aceh tidak membawa pulang satupun juara. Namun hal ini tak bisa dijadikan tolak ukur pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Keduanya, tidak berhubungan. 


"Kita harus sama-sama mengevaluasi, ada apa sebenarnya. Walau sama-sama kita ketahui hasil MTQ itu bukan satu ukuran maju mundurnya syariat Islam di Aceh," kata Tgk Yunus di Gedung Parlemen Aceh, Kamis, 20 November 2020. 

Pada MTQN yang berlangsung di Padang, Sumatera Barat, ini Aceh hanya mampu meloloskan 1 peserta ke final, yakni cabang khat dekorasi putri.

Hasil MTQ Nasional ke-28 tahun 2020, lima besar diraih oleh tuan rumah, Sumatera Barat dengan 23 finalis dan jumlah poin 79, DKI Jakarta 23 finalis dan jumlah poin 73, Jawa Barat 15 finalis dan 55 poin, Jawa Timur 13 finalis dan 43 poin, dan urutan ke lima Banten 7 finalis dan 27 poin.

Bahkan, kata Yunus, Papua berada diposisi ke-17, lebih tinggi ketimbang Aceh. Pada ajang ini, Aceh hanya duduk di posisi corot. “Ini mungkin jadi bahan evaluasi untuk pemerintah,” kata Yunus

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Fraksi Partai Aceh ini mengatakan ini harus menjadi bahan evaluasi bersama semua pihak. Tidak adanya peserta dari Aceh yang menjadi juara bukan berarti pelaksanaan syariat Islam tidak berjalan.