Agus Tempe, Buktikan Tempe Tak Harus Berbahan Kedelai

Produk Tempe Agus yang dijual di Tokopedia. Foto: Fauji.
Produk Tempe Agus yang dijual di Tokopedia. Foto: Fauji.

Agustinus Priyanto sukses mempertahankan bisnis tempe di tengah meroketnya harga kacang kedelai. Untuk membuat produknya, Agus menggunakan kacang koro. 


Agus mengatakan ini adalah ikhtiar untuk mempertahankan bisnis dan mengubah stigma masyarakat bahwa tempe hanya bisa dibuat dengan kacang kedelai. Padahal ada bahan lain yang bisa dibuat menjadi bahan baku tempe sama nikmatnya dengan tempe yang dibuat dari kacang kedelai. 

"Orang kan tahunya tempe nikmat dari kacang kedelai. Sementara kedelai kita semuanya impor," kata Agus dalam acara diskusi virtual yang diselenggarakan oleh Kantor Berita Republik Merdeka, Rabu, 13 Januari 2021.

Pecinta makanan organik ini mengatakan, kacang koro organik pun bisa menjadi tempe. Agus memulai usaha pembuatan tempe kacang koro organik sejak 2012. Keseriusannya di pembuatan tempe koro membuatnya menghasilkan standard operational procedure (SOP) pembuatan makanan itu.

Kandungan gizi kacang koro mirip kedelai, dengan kadar protein 27 persen sementara protein kedelai 32 persen. Agus berambisi memasyarakatkan tempe kacang koro juga dipicu oleh sulitnya mendapatkan kedelai lokal, sementara yang banyak dijumpai di Indonesia adalah kedelai impor.  

Saat ini, Agus terlibat aktif mendampingi petani di wilayah Gunung Kidul. Agus berniat menghilangkan ketergantungan produsen tempe terhadap impor kedelai. Impor kedelai itu mayoritas jenisnya mengandung GMO. 

“Di Amerika bahan ini dikembangkan jadi biofuel, tidak baik untuk kesehatan tubuh," katanya. “Sudah waktunya masyarakat mulai beralih untuk mengkonsumsi makanan yang sehat.”

Agus mengatakan tmpe yang sehat adalah tempe yang diolah dari bahan-bahan organik. Namun, tetap harus melewati proses pengolahan yang tepat yang sesuai dengan standar kesehatan untuk bisa dikatakan sebagai produk yang sehat dan berkualitas.

Agus, yang memiliki lokasi pengolahan tempe di Bekasi ini juga membuat tempe dari kacang hijau, kedelai hitam, kacang tanah, kacang tholo, dan kacang merah. Tempe juga bisa dibuat dari biji-bijian lainnya.

Dalam sebulan, Agus membutuhkan 12 kilogram kacang hijau dan 12 kilogram kacang koro. Sementara untuk kacang kedelai membutuhkan 70 kilogram dalam sebulan. Meski penjualan tempe kacang kedelai masih lebih tinggi dari tempe kacang hijau ata kacang koro, Agus mengatakan bahwa tempe selain kacang kedelai mampu meraih pasar tersendiri.

Agus juga mulai bereksperimen membuat tempe herbal, seperti tempe kunyit, tempe kencur, tempe kayu manis, dan lainnya. Produk olahan tempe organik yang diproduksi Agus bisa dijumpai di sejumlah e-commerce dan juga Instagram Agus_Tempe.