Apresiasi Polres Aceh Jaya Tangkap Pembunuh Gajah, LSGK Minta BKSDA Bekerja Lebih Optimal

Manajer Program Lembaga Suar Galang Keadilan (LSGK), Missi Muizzan. Foto: ist
Manajer Program Lembaga Suar Galang Keadilan (LSGK), Missi Muizzan. Foto: ist

Manajer Program Lembaga Suar Galang Keadilan (LSGK), Missi Muizzan, mengapresiasi Kepolisian Resor (Polres) Aceh Jaya menangkap pelaku pembunuhan lima ekor gajah di Desa Tuwi Peuryia, Kecamatan Pasie Raya, kemarin.


Di samping itu, kata Missi, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh harus bekerja lebih keras agar kejadian pembunuhan satwa lindung tidak terjadi lagi di Aceh.

“LSGK memberikan apresiasi sebagai bentuk dukungan kepada Polres Aceh Jaya atas keberhasilannya menangkap para pelaku tindak pidana terhadap Gajah Sumatera,” kata Missi, dalam keterangan tertulis, Kamis, 16 September 2021.

Missi mengatakan saat masuk dalam tahap persidangan agar dijatuhkan tuntutan dan hukuman maksimal kepada para pelaku. Menurut dia, diantara sejumlah palaku itu, Edi Murdani sangat pantas menerima hukuman yang berat sehingga ada efek jera.

“Edi notabanenya juag tersangka yang ditangani oleh Polres Aceh Timur terhadap kasus kematian gajah sumatera tanpa kepala Juli 2021 lalu. Dia berperan sebagai penampung gading gajah sumatera,” kata Missi. “Edi Murdani merupakan residivis yang pernah melakukan kejahatan yang sama pada 2016 silam”.

LSGK, kata Missi, berharap BKSDA Aceh untuk lebih optimal melakukan pencegahan dalam bentuk sosialisasi maupun tindakan lainnya. Tujuannya, untuk menyadarkan masyarakat bahwa adanya satwa yang dilindungi dan ada ancaman pidana bagi pelaku.

Menurut Missi, BKSDA harus bertanggung jawab mengawasi dan memantau peredaran tumbuhan dan satwa yang dilindungi di wilayahnya. Termasuk memantau upaya-upaya penangkaran dan pemeliharaan tumbuhan dan satwa dilindungi oleh perorangan, perusahaan, dan lembaga-lembaga konservasi terkait.