Arab Saudi Pastikan Tak Ada Jamaah Haji Yang Terdeteksi Mengidap Covid-19

Jamaah haji. Foto: net.
Jamaah haji. Foto: net.

Arab Saudi melaporkan tidak ada kasus Covid-19 yang terdeteksi di antara jamaah haji hingga saat ini. Menteri Kesehatan Mohammed Al-Abd Al-Aly mengatakan protokol kesehatan dan tindakan pencegahan yang diberlakukan pihak berwenang dapat memastikan musim haji dengan aman.


"Pada fase ini, kami memastikan bahwa semua jemaah telah menerima vaksin yang diperlukan," ujar Al-Aly seperti dikutip dari Arab News, kemarin.

Tahap pertama protokol dimulai sebelum jemaah tiba di Masjidil Haram pada Sabtu (17/7). Kemudian tahap kedua merupakan sosialisasi protokol kesehatan kepada jemaah.

"Karena para jemaah berasal dari kebangsaan yang berbeda, kampanye kesadaran diluncurkan melalui berbagai bahasa," jelasnya.

Selain itu, pemandu kesehatan khusus menemani jemaah untuk mengawasi dan memberikan rekomendasi.

Arab Saudi telah memberlakukan kuota haji untuk 60 ribu jemaah yang terdiri dari warga Arab Saudi dan warga negara asing yang menjadi ekspatriat.

Jurubicara Kementerian Dalam Negeri Kolonel Talal Al-Shalhoub mengatakan dinas keamanan dan entitas pemerintah menerapkan rencana pencegahan kesehatan di tempat-tempat suci.

“Petugas keamanan akan terus melakukan tugas mereka dan mencegah orang yang tidak berwenang memasuki tempat-tempat suci,” kata Al-Shalhoub.

Ia mengatakan, mereka yang melanggar aturan akan ditangkap dan dihukum.

Sekitar 71 kamp telah disiapkan untuk menampung para jemaah.

Al-Aly mengatakan ada 13 rumah sakit di Mekah, tiga terletak di tempat-tempat suci, sementara 10 lainnya berada di kota Mekah.

“Ada juga rumah sakit lapangan keliling yang akan mendampingi jemaah haji. Ada juga sekitar 50 klinik dan pusat kesehatan di berbagai tempat suci," kata Al-Aly.

Arab Saudi juga menyediakan 180 ambulans yang dapat memberikan layanan perawatan intensif. Selain itu, Bulan Sabit Merah Saudi juga menyediakan 3.000 tempat tidur medis.