Arief Puyuono: Tak Mungkin Mundurkan LBP Tanpa Lengserkan Jokowi

Luhut Binsar Panjaitan dan Joko Widodo. Foto: net.
Luhut Binsar Panjaitan dan Joko Widodo. Foto: net.

Pihak-pihak yang ingin Luhut Binsar Pandjaitan digusur dari urusan penanganan pandemi Covid-19 dan posisi Menko Maritim dan Investasi diminta untuk menahan diri. Menggusur LBP, demikian ia biasa disapa, sama dengan menggusur Presiden Joko Widodo dari istana.


Kedua tokoh ini tidak dapat dipisahkan. Seperti dalam kisah Mahabharata, LBP berperan seperti Bisma yang menjaga tahta Raja Astina.

Demikian perumpaan yang disampaikan tokoh buruh Arief Poyuono seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Ahad, 25 Juli 2021.

“Bahaya lho. Menurut saya apa yang sudah dikerjakan LBP menunjukkan hasil-hasil ke arah penurunan penyebaran Covid-19,” ujar Arief.

Menurutnya urusan kelangkaan oksigen dan obat-obatan Covid-19 tidak dapat dibebankan ke pundak LBP.

“Presiden melakukan sidak ke apotek untuk mencari obat seperti Oseltamivir, Gentromicyn, Favipiravir, dan multivitamin, untuk pasien Covid-19. Obat-obat itu pengadaannya oleh BUMN Farmasi. Artinya yang omdo (omong doang) ya menteri BUMN dan Menkes,” ujar Arief Poyuono lagi.

Dia mengatakan, risiko mencopot LBP sangat tinggi. Dampaknya tahta Jokowi bisa bergoyang sangat kencang dan kemungkinan roboh.

Arief mengatakan LBP itu ditakdirkan sebagai Bisma dalam cerita Mahabharata yang tugasnya menjaga dan mengamankan tahta Raja Astina. LBP menjaga dan mempertahankan tahta Jokowi hingga selesai. 

“Jadi, mencopot LBP sama saja dengan menurunkan Jokowi dari tahtanya,” kata Arief.