Bekas Anggota DPR Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp 3,5 Miliar

Suasana usai sidang pembacaan surat dakwaan kasus beasiswa. Foto: Merza/RMOLAceh.
Suasana usai sidang pembacaan surat dakwaan kasus beasiswa. Foto: Merza/RMOLAceh.

Dua Terdakwa korupsi Beasiswa Aceh tahun 2017 menjalani sidang perdana. Kedua terdakwa yaitu Dedi Safrizal, bekas Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh dan Suhaimi Koordinator Lapangan (Korlap).


Sidang perdana yang dipimpin oleh Hakim Ketua Zulfikar dan didampingi oleh Hakim Anggota Harmi Jaya dan Anda Ariansyah berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Selasa, 2 April 2024.

Dakwaan dibacakan langsung oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Asmadi Syam, Umar Assegaf dan Putra Masduri.

Dalam dakwaannya, JPU menyebutkan kedua terdakwa mengusulkan 208 Mahasiswa sebagai calon penerima Bantuan Biaya Pendidikan di BPSDM Aceh Tahun 2017 melalui Pokok Pikiran (Pokir) terdakwa Dedi Safrizal selaku Anggota DPR Aceh Periode tahun 2014 - 2019 dengan sebesar Rp 4,5 miliar.

Menurut JPU, Kedua terdakwa telah melakukan pemotongan uang senilai sejumlah Rp 2,9 Miliar atas bantuan biaya Pendidikan di BPSDM Aceh tahun 2017, terhadap 208 penerima beasiswa itu.

"Terdakwa Suhaimi memperkaya diri sendiri senilai sejumlah Rp 131 Juta, terdakwa Dedi Safrizal senilai sejumlah Rp 2,3 Miliar, saksi Khairul Bahri sejumlah Rp 54 juta dan 158 Penerima Beasiswa senilai sejumlah Rp 1 miliar yang berasal dari Tindak Pidana Korupsi Kegiatan Bantuan Biaya Pendidikan D3, D4, S1, S2, Dokter Spesialis dan S3 Dalam Negeri dan S1, S2, S3 Luar Negeri," sebut JPU.

Atas perbuatannya, kata JPU, kedua terdakwa telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 3,5 miliar. Keduanya didakwa melanggar Pasal pasal 2 ayat (1) UU.No.31 tahun 1999 Jo. UU. NO.20 TAHUN 2001 Jo.Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 3 UU. No.31 Tahun 1999 Jo UU.No.20 Tahun 2001 Jo.Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP atau Kedua pasal 12 e UU No. 31 tahun 1999 Jo UU.No.20 tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.