Belum Bahas APBA-P, Elit Politik Aceh Abaikan Kepentingan Rakyat

Rapat paripurna di Gedung Parlemen Aceh. Foto: net.
Rapat paripurna di Gedung Parlemen Aceh. Foto: net.

Akademisi Universitas Muhammadiyah Aceh, Taufiq A Rahim, mengkritik Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dan Pemerintah Aceh yan urung membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh-Perubahan (APBA-P) 2021. Hal ini membuktikan mereka tidak peduli pada urusan rakyat. 


Taufiq mengatakan seharusnya APBA-P rampung dibahas pada pertengahan Juli. Sehingga pelaksanaannya dapat dimaksimalkan hingga akhir tahun anggaran 2021. Hal ini seperti pembahasan APBA-P itu tak semestinya diabaikan diabaikan elit politik Aceh. 

"Apalagi perekonomian Aceh sangat bergantung kepada pengesahan dan pelaksanaan APBA,” kata Taufiq A. Rahim kepada Kantor Berita RMOLAceh, Rabu, 15 September 2021.

Menurut Taufiq, APBA-P adalah keputusan fiskal dan moneter terhadap usaha mendorong ekonomi makro Aceh yang sangat prinsipil dalam bentuk program dan proyek.Tentu yang berhubungan dengan pembangunan dan aktivitas ekonomi yang berhubungan dengan dengan sektor ekonomi basic bersentuhan langsung dengan rakyat banyak.

Taufiq mengatakan, sampai pertengahan September 2021, masih tidak ada kejelasan nasib pembahasan anggaran. Tidak terlihat tanda-tanda DPR Aceh dan Pemerintah Aceh menyelesaikan tanggung jawab mereka.

Yang muncul di permukaan hanya sikap saling menyalahkan. Sikap yang terus dipertontonkan oleh elit Aceh ini membuat kecewa rakyat banyak. Apalagi di saat yang sama, masyarakat semakin terjepit akibat perekonomian yang terpuruk. 

Selain itu, kata Taufiq, rencana usulan APBA-P 2021 juga tidak pernah dijelaskan kepada publik. Hal ini mempertegas praktik politik elite sangat kental dengan semangat oligarki politik.

“Mereka hanya berpolitik untuk kepentingan kelompok mereka sendiri. Sama sekali tidak pro rakyat Aceh," ujar Taufiq.