Berburu Bunga di Musim Corona

Bunga jenis aglonema suksom jaipong. Foto: ist.
Bunga jenis aglonema suksom jaipong. Foto: ist.

Deretan bunga dalam polybag tersusun rapi dengan berbagai bentuk. Di antaranya merupakan bunga-bunga yang kini tengah naik daun, seperti keladi suksom, janda bolong, dan lidah mertua. 


“Banyak pelanggan berburu bunga yang aneh-aneh sekarang,” kata Ridwan, pemilik toko bunga Citra Garden di Gampong Pango, Banda Aceh, Sabtu, 24 Oktober 2020.

Ridwan mengatakan tiga jenis bunga itu menjadi incaran banyak pelanggan. Terutama ibu rumah tangga dan pekerja kantoran. Mereka, kata Ridwan, memilih untuk memelihara bunga sebagai pengisi waktu luang sejak untuk mengurangi aktivitas di luar rumah pada masa pandemi covid-19. 

“Ada juga bunga red red sumatra atau tanaman tiga warna,” kata Ridwan. Permintaan tinggi ini otomatis mengerek harga. Untuk lidah mertua, misalnya, jenis pagoda dijual seharga Rp 150 ribu, Rp 80 ribu dan Rp 60 ribu. Tergantung besar dan kecilnya. 

Sementara untuk jenis sriptif, tanaman dengan daun berputar, dijual seharga Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. Demikian juga dengan harga tanaman lidah mertua. Sedangkan aglonema suksom Jaipong dijual seharga Rp 600 ribu per polybag. Ridwan mengatakan tanaman ini sulit didapat. 

Ridwan mengatakan selama pandemi C-19, penjualannya meningkat dua kali lipat dibandingkan sebelumnya. Meski saat ini angka penjualan menurun, namun tetap lebih banyak ketimbang sebelum pandemi. 

“Suksom, red sumatra, atau three colour adalah bunga yang banyak dicari. Di sini kami tidak menyediakan three colour. Modalnya terlalu besar. Untuk tiga polybag bunga three colour bisa sampai satu juta (rupiah),” kata Ridwan.