Berkas Dugaan Penyelewengan Dana Desa Lamreh Diserahkan ke Kejari Banda Aceh

Konferensi pers penetapan tersangka korupsi dana desa di Polresta Banda Aceh. Foto: Elza Putri Lestari.
Konferensi pers penetapan tersangka korupsi dana desa di Polresta Banda Aceh. Foto: Elza Putri Lestari.

Kepolisian Resor Kota Banda Aceh telah melimpahkan berkas dugaan penyelewengan dana desa yang dilakukan DA dan HU, masing-masing adalah Keuchik dan Sekretaris Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. Berkas ini akan diteliti oleh kejaksaan.


"Mudah-mudahan diproses dengan cepat," kata Kepala Satreskrim Polresta Banda Aceh AKP Muhammad Ryan Citra Yudha, Sabtu 21 November 2020.

Keduanya tidak dapat mempertanggungjawabkan dana desa sebesar Rp 232 juta. Kepolisian, kata Ryan, menunggu pemeriksaan di kejaksaan. Jika berkas dinyatakan lengkap oleh jaksa, DA dan HU akan diserahkan kepada kejaksaan bersama barang bukti. 

Jika jaksa menyatakan berkas belum lengkap, maka kepolisian masih harus melengkapi berkas sesuai dengan arahan kejaksaan. Kepolisian menemukan bukti kuat dugaan penyelewengan tersebut yang dilakukan pada 2015- 2017.

Penyidik menemukan penggunaan dana desa yang tidak sesuai dengan mekanisme. Keduanya juga tidak dapat mempertanggungjawabkan penggunaan uang baik secara administratif maupun bukti fisik. Padahal, keduanya telah menarik uang 100 persen untuk kegiatan itu. 

Kerugian tersebut berasal dari adanya kegiatan-kegiatan desa, seperti revitalisasi sumur bor, pengadaan laptop pengadaan alat rumah tangga PKK, pencairan dana pelatihan kapasitas aparatur gampong, kegiatan belanja pengadaan kursi rumah tangga PKK, pembelian teratak jumbo untuk atap, dan kegiatan pelatihan menjahit. Keduanya juga tidak memasukkan dana pendapatan asli gampong ke kas. 

Dalam kasus ini, Polresta Banda Aceh memeriksa 25 orang saksi. Meski sudah menetapkan DA dan HU sebagai tersangka, Ryan tidak menutup kemungkinan munculnya tersangka lain. "Kita lihat nanti perkembangan hasil penyidikan," kata Ryan. "Hasil dugaan korupsi tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi."