Pihak berwenang Iran menangkap Voria Ghafouri, bekas anggota terkemuka tim sepak bola nasional. Dia ditangkap kemarin, waktu setempat.
- Berang Benderanya Diubah, Iran Desak FIFA Keluarkan Amerika dari Piala Dunia 2022
- Diduga Sengaja Tak Cegah Kerusuhan, Mantan Menteri Kehakiman Brasil Ditangkap
- Marah Dikomentari Soal Xinjiang dan Hongkong, China Minta Inggris Berhenti Ikut Campur
Baca Juga
Seperti diberitakan sumber Kantor Berita Politik RMOL, melaporkan bahwa Ghafouri ditangkap karena dianggap menghina tim sepak bola nasional dan mempropagandakan pemerintah.
Ghafouri, yang tidak dipilih untuk pergi ke Piala Dunia, telah menjadi pengkritik keras otoritas Iran sepanjang kariernya. Dia menjadi salah satu yang keberatan dengan larangan lama penonton wanita di pertandingan sepak bola pria serta kebijakan luar negeri Iran yang konfrontatif, yang telah menyebabkan sanksi Barat yang melumpuhkan.
Baru-baru ini, Ghafouri juga menyatakan simpati untuk keluarga Mahsa Amini, seorang wanita berusia 22 tahun yang meninggal kematian saat berada dalam tahanan polisi moralitas Iran.
Dalam beberapa hari terakhir dia juga menyerukan diakhirinya penumpasan kekerasan terhadap protes di wilayah Kurdistan barat Iran.
Laporan penangkapannya datang menjelang pertandingan Piala Dunia antara Iran dan Wales yang akan digelar, Jumat, 25 November, waktu Qatar.
Pada pertandingan pembukaan, Tim Nasional Iran kalah 6-2 dari Inggris. Ketika itu anggota tim nasional Iran menolak untuk menyanyikan lagu kebangsaan mereka dan beberapa penggemar menyatakan dukungan untuk protes tersebut.
Pejabat Iran belum mengatakan apakah aktivitas Ghafouri sebagai altivis merupakan faktor yang membuat dia tidak dipilih untuk masuk tim nasional.
Ghafouri adalah pemain sepak bola Iran yang bermain untuk klub Liga Pro Teluk Persia Foolad, di mana dia menjadi kapten. Dia telah memainkan sebagian besar karirnya sebagai bek kanan dan juga bermain sebagai pemain sayap kanan sesekali.
- Pembakar Alquran Harus Diadili di Negara Islam, Hukuman Paling Berat
- Langgar Aturan Wajib Jilbab, Perempuan di Iran Dihukum Mandikan Jenazah
- Iran Desak Ukraina Tidak Menuduh Tanpa Dasar