Dirut Garuda Sebut Dirinya Bertanggung Jawab Atas Kerugian Perusahaan

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, Foto : AFP
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, Foto : AFP

Beban utang PT Garuda Indonesia akibat pandemi Covid-19 membuat modal perusahaan minus hingga mencapai Rp 41 triliun. 


Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra tidak ingin karyawannya menyalahkan pemerintah karena kondisi perusahaannya yang tekor akibat terlilit utang hingga Rp 70 triliun hingga Mei ini, dan akan bertambah setiap bulannya hingga lebih dari Rp 1 triliun. 

"Kalau sampai hari ini kita masih bertahan, teman-teman harus menyadari bahwa setiap bulan ada lebih dari 1 triliun (rupiah) kewajiban Garuda yang dibayarkan kepada pihak-pihak di luar Garuda," ujar Irfan seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Kamis, 26 Mei 2021.

Pengungkapan kondisi keuangan Garuda ini, diakui Irfan coba dihindarinya selama beberapa bulan di tahun 2021. Karena dia masih optimis kondisi penerbangan masih bisa membaik pada tahun ini. 

Namun, kata dia, menjadi tidak bisa dihindari karena kewajibannya dan dewan direksi untuk memastikan bahwa Garuda bisa berlangsung terus. Sejarah 72 tahun ini, kata dia, menjadi taruhan.

Pasang surut dan pengembangan perusahaan penerbangan plat merah selama puluhan tahun, dipertegas Irfan, tidak boleh disia-siakan. Sehingga, dia mengajak semua karyawannya untuk berlaku bijak kepada pemerintah. 

Justru, dirinya menyatakan bahwa orang yang paling bertanggung jawab atas kondisi perusahaan yang katanya sudah diprediksi tekor parah pada bulan Mei ini. 

Dia mengatakan sangat mudah bagi siapa saja untuk menuding pihak yang paling bertanggung jawab atas hal ini. Dan dia tidak menganjurkan para pihak menyalahkan pemerintah, menyalahkan pemegang saham, menyalahkan komisaris, atau siapapun.

"Yang kira-kira paling pantas untuk disalahkan adalah saya. Saya ini ditunjuk, dibayar dan memperoleh semua glory sebagai seorang dirut dan fasilitas semuanya. Kalau anda menganggap ini sebuah kesalahan, tolong, ini adalah salah saya," kata Irfan.