Ditagih Soal Pelantikan T Ibrahim dan PAW PNA, Pon Yahya Minta Waktu

Saiful Bahri alias Pon Yahya. Foto: RMOLAceh/Fauzan.
Saiful Bahri alias Pon Yahya. Foto: RMOLAceh/Fauzan.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Saiful Bahri alias Pon Yahya, enggan mengomentari rencana pelantikan T Ibrahim sebagai wakil ketua DPR Aceh menggantikan Dalimi dan proses pergantian antarwaktu yang diajukan oleh Partai Nanggroe Aceh. Dia mengatakan butuh waktu untuk memproses hal ini. 


“Tunggu saya masuk ke dalam. Inikan baru dilantik,” kata Pon Yahya, Jumat, 13 Mei 2022. 

Usai dilantik, Pon Yahya hanya berujar bahwa jabatan ini adalah jerih payah para pejuang dan syuhada Aceh yang terwujud melalui sebuah peristiwa penting yang membuka lembaran baru untuk bangsa Aceh. Pon Yahya mengatakan MoU helsinki yang mengubah tatanan kehidupan rakyat Aceh baik secara politik, ekonomi dam sosial masyarakat. 

Oleh karena itu, kata dia, dengan sisa jabatan sebagai Ketua DPR Aceh, dia akan manfaatkan jabatan ini sebaik mungkin untuk memperjuangkan hak-hak rakyat Aceh. Terutama hak yang belum dituntaskan oleh pemerintah pusat. 

Pon Yahya mengatakan dirinya akan memperjuangkan revisi UUPA, lambang Aceh dan Bendera dan seleksi pegawai negeri sipil maupun masih banyak yang lainnya. Hal tersebut, kata Pon Yahya, bakal menjadi prioritas pimpinan DPR Aceh.  

Dia juga meminta pimpinan dan anggota DPR Aceh menjaga kekompakan dan kerja sama. Dia berharap DPR Aceh menjadi contoh kekompakan bagi masyarakat Aceh.