Ditahan Polisi, Ferdinand Hutahean Terancam 10 Tahun Bui  

Ferdinand Hutahean. Foto: net
Ferdinand Hutahean. Foto: net

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri memilih menahan Ferdinand Hutahean karena ancaman hukumannya di atas 5 tahun. Keputusan itu diambil usai dirinya ditetapkan tersangka, beberapa waktu lalu.


Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Ahamad Ramadhan, mengatakan setelah penyidik melakukan gelar perkara. Ada dua bukti yang didapat sebagai prasyarat untuk menetapkan tersangka.

Setelah menjadi tersangka, polisi mengambil keputusan menahan Ferdinand. Alasannya, karena takut melarikan diri dan dikhawatirkan mengulangi perbuatannya.

"Pertama subjektif dikhawatirkan melarikan diri, dikhawatirkan mengulangi perbuatannya lagi, Alasan objektifnya ancaman yang disangkakan pada tersangka FH di atas 5 tahun," kata Ahmad, seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa, 11 Januari 2022.

Ramadhan menjelaskan, Ferdinand dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 dan 2 peraturan KUHP UU 1/1946 juncto Pasal 45 ayat 2 juncto pasal 28 ayat 2 UU ITE dengan ancaman hukuman penjara keseluruhannya selama sepuluh tahun.  

Ferdinand menjadi tersangka kasus dugaan ujaran kebencian bermuatan SARA dalam cuit “Allahmu Lemah” di akun Twitter miliknnya.

Cuitan bernada hinaan agama ini mendapat banjir kritikan. Ketua Umum KNPI Haris Pertama mengambil sikap dengan melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri.

Ferdinand akan menjalani penahanan di Rutan Jakarta Pusat Mabes Polri selama dua puluh hari kedepan.