Divonis dan Langsung Bebas, Abu Laot: Doa Orang Teraniaya Dikabulkan 

Terdakwa Abu Laot usai menjalani sidang putusan. Foto: Merza/RMOLAceh.
Terdakwa Abu Laot usai menjalani sidang putusan. Foto: Merza/RMOLAceh.

Musfy Ishak alias Abu Laot, terdakwa kasus pencemaran nama baik terhadap Sayed Muhammad Muliady, mengatakan, doa dirinya sebagai orang yang teraniaya telah dikabulkan. Sebelumnya dia divonis empat bulan penjara dan langsung bebas.


"Doa yang dipanjatkan hari ini sebagai orang yang teraniaya, dan Allah sudah mengabulkan," kata Abu usai sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Selasa, 2 April 2024.

Tiktokers Aceh ini mengatakan, selain doa dirinya, anugerah yang diperoleh diperoleh hari ini tidak terlepas dari doa sang istri dan anak. Usai putusan dirinya sudah bisa kembali lagi ke Bandung dan Bali tempat ia berdomisili.

"Atas putusan hari ini Alhamdulillah diizinkan Allah, atas doa istri anak, sudah bisa kembali berkumpul dengan keluarga di Bandung dan Bali," tuturnya 

Sementara itu, Mahadir selaku Kuasa Hukum Abu Laot mengatakan bahwa pihaknya telah menerima putusan dari Majelis Hakim. Sebelumnya Abu Laot dituntut enam bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh.

"Sudah diterima putusan," ucap Mahadir.

Sebelumnya diberitakan, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh memvonis 122 hari atau empat bulan pidana penjara terhadap terdakwa Musfy Ishak alias Abu Laot atas kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Sayed Muhammad Muliady. Sidang berlangsung pada Selasa, 2 April 2024.

Sidang dipimpin oleh Majelis Hakim yang diketuai oleh R Hendral dan didampingi oleh Saptika Handhini dan Hamzah Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh yaitu Robi.

Dalam persidangan Abu Laot yang merupakan Tiktokers Aceh terlihat mengenakan baju berwarna hitam dan mengenakan kopiah. Abu Laot juga didampingi oleh Penasehat Hukumnya Mahadir.

"Mengadili menjatuhkan pidana penjara selama 122 hari terhadap terdakwa dan dikurangi masa penahanan," kata Hakim Ketua R Hendral.

Selain dijatuhi penjara, kata Majelis Hakim, Abu Laot juga dikenakan denda sebesar Rp 5 juta dengan subsidair satu bulan kurungan. Perbuatan terdakwa melanggar pasal 27 ayat (3) undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Meskipun Abu Laot divonis selama 122 hari, namun Abu Laot dinyatakan langsung bebas dari pidana penjara. Sebab hukuman pidana yang dijatuhkan Majelis Hakim telah dikurangi masa penahanan selama terdakwa ditahan.

Usai membaca putusan tersebut, JPU  dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh mengatakan sikap pikir-pikir terlebih dahulu.

Diketahui, Abu Laot ditahan oleh Kepolisian Daerah (Polda) pada awal bulan Oktober 2023 lalu. Kemudian, kasus Abu Laot terus proses dan dilimpahkan ke Kejari Banda Aceh dengan posisi Abu Laot tetap ditahan.