DPR Aceh: APBA 2024 Jangan Hanya Masalah Bagi-bagi Kue

Ketua Komisi V DPR Aceh, M Rizal Falevi Kirani (tengah). Foto: Razi/RMOLAceh.
Ketua Komisi V DPR Aceh, M Rizal Falevi Kirani (tengah). Foto: Razi/RMOLAceh.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh berharap APBA 2024 harus memberikan dampak positif bagi masyarakat Aceh. DPR Aceh mengingatkan APBA jangan menjadi keuntungan segelintir pihak.


"Kami berharap komunikasi antara eksekutif dan legislatif berjalan baik. Bukan hanya masalah bagi-bagi kue kekuasaan, tapi bagaimana masyarakat dapat menerima hasil pembangunan," kata M Rizal Falevi Kirani, Ketua Komisi V DPR Aceh, Senin, 1 April 2024.

Falevi Kirani meminta pemerintah mencari formulasi yang lebih baru dan aman sehingga akan menguntungkan masyarakat bukan segelintir pihak.

Dia mengatakan, APBA 2024 sudah disahkan pada Desember 2023, kemudian hasil rekomendasi Kemendagri keluar pada Januari 2024. Dimana rekomendasi itu tidak ada kesepakatan bersama antara eksekutif dan legislatif.

"Ada beberapa kali difasilitasi oleh Kemendagri dan kemudian dengan adanya pergantian Pj, lalu masalah ini selesai," sebutnya.

Selain itu, kata Falevi, Ihwal PON XXI, Komisi V DPR Aceh sudah menyurati pemerintah terkait bagaimana formulasi ajang olahraga nasional empat tahunan ini.

"Kami bertanya perihal sebab tidak boleh menggunakan dana Otsus, tapi apakah digunakan dana Otsus atau tidak. Hingga kini kami belum memegang DIPA mengenai hal itu," tuturnya.

Dia menyebut, awalnya Pemerintah Aceh tidak terbuka kepada DPR Aceh perihal formulasi anggaran PON. Sebab PON tidak boleh menggunakan APBA dan itu dibahas dalam paripurna pembahasan APBA.

"Komisi V awalnya mengusulkan pergeseran jadwal PON, karena hal ini berhubungan dengan nama baik Aceh," kata dia.

Adapun soal venue (lokasi) PON di Aceh hingga saat ini masih dalam tahap rehabilitasi dan renovasi. Dia meyakini jadwal pelaksanaan PON XXI 2024 bakal bergeser 

"Karena terlihat tidak maksimal dalam pengerjaan dan persiapannya. APBA tidak bisa dibahas secara detail karena DIPA-nya saat ini belum ada," ujar Falevi.