Dua Terdakwa Korupsi Lahan TPA Sabang Dituntut Hukuman Berbeda 

Suasana sidang tuntutan kasus korupsi pengadaan lahan TPA Lhok Batee Cot Abeuk Kecamatan Sukajaya, Sabang. Foto: Merza/RMOLAceh.
Suasana sidang tuntutan kasus korupsi pengadaan lahan TPA Lhok Batee Cot Abeuk Kecamatan Sukajaya, Sabang. Foto: Merza/RMOLAceh.

Bekas Kadis Lingkungan Hidup Dan Kebersihan Kota Sabang, Anas Fahruddin dituntut lima tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Lhok Batee Cot Abeuk Kecamatan Sukajaya, Sabang, tahun anggaran 2020. Anas juga dituntut membayar denda sebesar Rp 300 juta subsidair enam bulan.  


Sementara itu Sekretaris DPRK Kota Sabang yang juga pemilik lahan bernama Firdaus dituntut hukuman delapan tahun penjara dengan denda Rp 300 juta subsidair enam bulan penjara. Firdaus juga dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 1,1 Miliar selama satu bulan setelah memiliki putusan berkekuatan tetap. 

"Apabila tidak sanggup membayar akan disita seluruh harta benda, dan apabila tidak cukup akan dikenakan penjara selam empat tahun," sebut JPU.

Tuntutan terhadap keduanya dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Aslam, dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang, dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua T Syarafi dan didampingi oleh Hakim Anggota Sadri dan Ani Hartati di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, pada Jumat, 26 Mei 2023. 

Dalam tuntutan, JPU menilai kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP. 

"Perbuatan terdakwa merugikan negara sebesar Rp 1,5 Miliar, angka ini berdasarkan laporan perhitungan keuangan Inspektorat Kota Sabang," ujar JPU.

Usai mendengar tuntutan dari JPU, kedua terdakwa bersama Penasehat Hukumnya akan melakukan nota pembelaan (pledoi). Sidang lanjutan akan di laksanakan pada Selasa, 30 Mei 2023 mendatang.