Dubes Rusia Temui Wali Nanggroe Aceh, Ini yang Dibahas

Pertemuan Dubes Rusia bersama Wali Nanggroe Aceh. Foto: Ist.
Pertemuan Dubes Rusia bersama Wali Nanggroe Aceh. Foto: Ist.

Wakil Duta Besar (Dubes) Federasi Rusia untuk Indonesia, Veronika Novoseltseva temui Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haythar, di Meuligoe Wali Nanggroe, Senin, 22 Agustus 2022.


"Saya bersama Wali Nanggroe membahas banyak hal," kata Veronika, di Banda Aceh, Senin, 22 Agustus 2022. 

Veronika mengatakan, pembahasan bersama Wali Nanggroe tentang perkembangan terkini Aceh, kebudayaan serta adat istiadat, sejarah, potensi alam, pendidikan, olahraga, ekonomi dan secara khusus juga membicarakan tentang konservasi Harimau Sumatera di Aceh.

Veronika mengaku sudah banyak mendapatkan informasi tentang Aceh. Bahkan, pihaknya sepakat mengembangkan hubungan yang menjadi minat bersama. 

"Karena jug banyak mahasiswa dari Aceh yang mau datang ke Rusia untuk belajar di universitas-universitas di sana," sebut dia.

Presiden Rusia Vladimir Putin, kata Veronika, menaruh perhatian khusus kepada Indonesia, khususnya Aceh. Karena Aceh memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. 

Veronika berharap, akan ada pertukaran pengalaman antara Aceh dan Rusia di bidang konservasi dan kehutanan. "Saya sangat ingin agar informasi mengenai konservasi harimau di Aceh dapat disampaikan ke masyarakat Rusia, bahkan dunia," ujar dia.

Verobika menyebutkan, pada 5 September mendatang akan diadakan forum internasional mengenai isu-isu terkait pelestarian harimau. 

Bahkan, kata dia, Federasi Rusia, juga sangat berminat dengan produk-produk dari Indonesia. Seperti kopi, buah-buahan, produk lainnya yang siap dibeli oleh negaranya dalam jumlah besar. 

Ketika ditanyai soal penerapan Syariat Islam di Aceh, Veronika mengakui, dirinya sangat terkesan dengan apa yang berlaku di Aceh. Sebelum berkunjung langsung pengetahuan tentang Aceh tidak begitu menyeluru mendapatkan informasi. 

Di Aceh, kata dia, sangat toleransi terhadap umat beragama. Banyak masjid, tetapi juga ada gereja-gereja dan ada juga tempat ibadah dari agama-agama lain serta memiliki tradisi dan kebudayaan, pemandangan alam, menikmati kuliner khas Aceh, terutama kopi. 

“Kebudayaan dan tradisi yang Aceh punya bisa menjadi suatu warisan yang harus dijaga dan diperlihatkan kepada masyarakat internasional," sebut dia. 

Sementara itu, Malik Mahmud mengatakan, suatu kehormatan besar bagi dirinya, dan masyarakat Aceh secara menyeluruh atas kunjungan Wakil Dubes Federasi Rusia ke Aceh. Baru bertemu, tetapi seperti sudah lama berkenal, ini kesan yang luar biasa. 

"Bahwa masyarakat Aceh sudah lama menaruh perhatian terhadap Rusia. Sebagai sebuah negara maju," kata Malik Mahmud. 

Di Asia tenggara termasuk Aceh, kata dia, wilayah yang memiliki banyak satwa harimau, tetapi dalam keadaan yang cukup mengkhawatirkan. Jika tidak dilakukan konservasi dengan baik, bukan tidak mungkin keberadaan Harimau Sumatera di Aceh akan punah. 

“Dalam hal ini kita punya kesamaan antara Aceh dan Rusia," ujar dia. 

Malik Mahmud berharap, agar wisatawan dari Rusia dapat berkunjung ke Aceh yang dikenal memiliki banyak pantai-pantai yang indah, dan hutan tropical yang bagus. Juga berharap terbangun hubungan yang baik antara orang Rusia dan orang Aceh.