Dugaan Adhie Massardi, Firli Bahuri Tersangka Karena Tak Jalankan Dua Perintah

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie M Massardi (kiri). Foto: RMOL.
Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie M Massardi (kiri). Foto: RMOL.

Penetapan Ketua nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, sebagai tersangka dugaan pemerasan oleh Polda Metro Jaya, diduga karena tidak menjalankan perintah untuk mentersangkakan Anies Baswedan dan tidak segera menutup laporan dugaan KKN anak Presiden Joko Widodo.


Dugaan itu disampaikan Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie M Massardi, saat konferensi pers bersama Firli di Kopi Timur, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, kemarin malam.

Adhie mengatakan, pada saat Firli memimpin KPK, pihaknya bersama dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, melaporkan anak-anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, ke komisi antirasuah tersebut.

"Saya berpikir bahwa ini akan segera ditolak sama Pak Firli, ternyata enggak," ujar Adhie.

Selanjutnya, kata Adhie, menjelang Pemilu 2024, terdapat isu penangkapan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Menghadapi isu tersebut, Adhie lantas meminta kepada Firli agar profesional dalam menangani penyelidikan dugaan korupsi terkait penyelenggaraan Formula E di Jakarta.

"Kita pesan sama beliau, Pak Firli harap profesional, kalau ada masalah silakan diselesaikan, kalau tidak ada masalah jangan diada-adakan. Kemudian alhamdulillah Anies Baswedan bisa mendaftar jadi capres," terang Adhie.

Melihat itu, Adhie menduga, kasus yang dialami Firli saat ini di Polda Metro Jaya disebabkan oleh dua persoalan tersebut. Membuat Firli berada dalam pusaran kemelut politik.

"Karena di luar itu sih tidak ada masalah. Karena kalau pernah ditanyakan juga sama teman-teman, bagaimana soal kasusnya Pak Firli, saya bilang, kalau toh benar, kalau hubungannya baik dengan presiden, pasti enggak ada masalah, pasti diamankan," jelasnya.

"Jadi saya menduga dua hal itu, pertama soal tidak menjalankan perintah untuk mentersangkakan Anies. Yang kedua tidak menutup, tidak meng-close, kasus anak presiden yang kita adukan bersama Ubedilah Badrun," pungkas Adhie.