Enam Tahun Buron, Kejati dan BNN Aceh Bekuk Terpidana Narkotika Kejari Banda Aceh

Buron yang ditangkap tim Tabur Kejati Aceh. Foto: Dok Kejati Aceh.
Buron yang ditangkap tim Tabur Kejati Aceh. Foto: Dok Kejati Aceh.

Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Aceh membekuk Tommy Zulkarnain warga Desa Mesjid Kecamatan Muara Tiga, Pidie. Tommy merupakan DPO (Daftar Pencarian Orang) atau buron Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh.


Pelaksana tugas (Plt) Kasi Penkum Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, mengatakan tersangka diamankan pada saat berjualan nasi bebek di kawasan Lhokseumawe, Aceh Utara, pukul 17.30 WIB.

"Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Aceh berkoordinasi dengan BNN Provinsi Aceh telah mengamankan DPO tindak pidana narkotika asal Kejaksaan Negeri Banda Aceh," kata Ali Rasab, dalam keterangan tertulis, Senin, 8 Agustus 2022.

Ali Rasab mengatakan, berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh Nomor : 362/Pid.Sus/2015/PNbna tanggal 25 Januari 2016 menyatakan terdakwa Tommy Zulkarnain telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara melawan hukum bersama-sama menjual narkotika golongan I.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama tujuh tahun dan denda sejumlah Rp 1 miliar rupiah," kata Ali Rasab.

Ali Rasab menjelaskan, pada saat proses persidangan, terpidana Tommy melarikan diri dan sejak dikeluarkannya putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh, Tommy telah dipanggil secara patut untuk melaksanakan putusan tersebut namun terpidana tidak mengindahkannya.

"Malah sebaliknya terpidana melarikan diri sehingga terpidana masuk menjadi daftar DPO Kejaksaan Tinggi Aceh sesuai dengan surat permohonan bantuan pencarian penangkapan DPO Kejaksaan Negeri Banda Aceh," kata Ali Rasab.

Oleh karena itu, kata Ali Rasab, terpidana tersebut berhasil diamankan oleh BNNP Aceh berkoordinasi dengan tim Tabur Kejaksaan Tinggi Aceh.

"Saat ini terpidana diamankan di kantor Kejaksaan Tinggi Aceh untuk selanjutnya akan diserahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Banda Aceh untuk dilaksanakan eksekusi pidananya," kata Ali Rasab.

"Dalam waktu yang tidak terlalu lama, terpidana tersebut dijemput oleh Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Banda Aceh yang dipimpin langsung oleh Kasi Intel Kejaksaan Negeri Banda Aceh , Muharizal, dan Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Yudha Utama Putra, untuk dilakukan eksekusi ke Rutan Kelas II B Kajhu, Aceh Besar," sebut Ali Rasab.