Gagal di Padang, Ketua Kafilah Aceh di MTQN Padang Ogah Cari Kambing Hitam

Masjid Raya Sumbar. Foto: langgam.
Masjid Raya Sumbar. Foto: langgam.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh dan Ketua Kafilah Aceh pada MTQN, EMK Alidar, mengatakan pencapaian kafilah Aceh pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-28 tahun 2020 di Padang, Sumatera Barat, menjadi bahan evaluasi. Di ujung perhelatan, posisi Aceh berada di bawah Papua dan Papua Barat. 


“Dalam bermusabaqah banyak faktor yang terkait di dalamnya, baik persiapan peserta dan lain-lain. Selain itu, pemerintah tidak mencari kambing hitam atas kegagalan ini,” kata Alidar kepada Kantor Berita RMOLAceh, Sabtu, 21 November 2020.

Menurut Alidar, pihaknya telah memprediksi hanya satu peserta yang bakal masuk final, yakni cabang khat dekorasi putri. Peserta ini mendapat urutan ke tiga dalam final tersebut. Raihan ini tidak dapat mendongkrak posisi Aceh. 

Alidar yang juga Ketua Kafilah Aceh pada MTQN di Padang, menyebutkan, perolehan juara dari Aceh yakni, satu juara tiga, dan 10 lainnya berada di harapan, antara lain empat peserta juara harapan satu. 

Alidar mengatakan keberuntungan belum berpihak pada kafilah Aceh meski dia mengklaim seluruh peserta berusaha maksimal untuk meraih posisi terbaik. Pemerintah Aceh, kata Alidar, memberikan pembekalan dan pembinaan kepada peserta. 

Namun berbeda dengan tahun sebelumnya lantaran tahun ini terjadi Covid-19. Karena itu, pihaknya gagal mengasramakan peserta sebanyak 60 orang. Para pelatih hanya melakukan pembinaan secara online, zoom, melalui WhatsApp, video call dan seterusnya. 

“Jadi memang disitu ada sedikit terkendala. Sehingga tahun 2020 ini nyaris kita tidak melakukan training center (TC) terhadap kafilah kita. Jadi hasilnya seperti itulah," kata Alidar.

Meski demikian, kata Alidar, para peserta telah menunjukkan penampilan yang maksimal, seluruh tim dan official juga telah bekerja keras untuk membanggakan Aceh. Selain itu, Alidar mengatakan merosotnya hasil MTQN bagi Aceh bukan menjadi tolak ukur tidak berjalannya syariat Islam di Aceh. 

“Kalah menang tentu biasa dan kali ini kita belum beruntung. Insya Allah kedepan kita akan memperbaiki, kita evaluasi, dan bisa kembali masuk dalam sepuluh besar sebagaimana tahun-tahun sebelumnya," kata Alidar. Dia berharap dapat mengambil hikmah dari hasil di Padang untuk memperbaiki kualitas tim di masa depan.