Hanya Tiga Calon Ketua Kadin Aceh Lolos Verifikasi

Konferensi pers terkait pendaftaran calon Ketua Kadin Aceh. Foto: Fakhrurrazi.
Konferensi pers terkait pendaftaran calon Ketua Kadin Aceh. Foto: Fakhrurrazi.

Panitia pelaksana Musyawarah Provinsi (Musprov) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh mengumumkan nama-nama calon ketua umum (Ketum) yang dinyatakan lolos verifikasi persyaratan.


Ketua Steering Commite (SC) Musprov Kadin Aceh, TM Yusuf mengatakan dari lima calon yang mendaftar, panitia Musprov Kadin Aceh ke VII telah mengadakan rapat verifikasi final calon ketua umum Kadin Aceh.

Dia mengatakan dari lima orang yang mendaftar dan mengembalikan formulir, panitia menyimpulkan tiga kandidat yang lolos verifikasi persyaratan untuk menjadi calon Ketua Kadin Aceh.

Adapun tiga orang itu yakni, Muhammad Iqbal, Ismail Rasyid, dan Rizky Syahputra. Sementara dua kandidat lainnya yakni Ibnu Sina Musa dan Iskandar Ali tidak memenuhi persyaratan.

"Hasil verifikasi terdapat tiga orang yang menurut panitia SC memnuhi persyaratan untuk diajukan sebagai calon pada Musprov nanti," ujar TM Yusuf dalam konfrensi pers di Kantor Kadin Aceh di Banda Aceh, Selasa, 7 Juni 2022.

Yusuf menjelaskan, panitia Musprov tidak berhak menetapkan calon Ketua Kadin Aceh, melainkan pihaknya hanya melakukan verifikasi berkas para peserta yang mendaftar.

Dia mengatakan, sesudah memenuhi syarat, maka ditetapkan sebagai calon yang akan diajukan kepada Musprov nantinya. Sehingga yang berhak menetapkan calon adalah musyawarah provinsi.

Yusuf menyebutkan, setelah calon tersebut memenuhi syarat, pihak panitia langsung menyampaikan informasi ini kepada masing-masing yang namanya lolos verifikasi berkas.

Kemudian tahapan selanjutnya adalah para kandidat Ketua Kadin Aceh itu diminta untuk menyiapkan visi misi baik secara tertulis maupun secara lisan.

"Ada satu persyaratan lagi yang harus di penuhi para calon ketua umum, yaitu visi dan misi calon. Visi dan misi ini terdiri dari tertulis dan lisan," kata dia.

Menurutnya, visi dan misi tertulis wajib diserahkan kepada panitia paling lambat Senin, 13 Juni 2022 pukul 16.00 WIB. Sedangkan visi dan misi lisan akan disampaikan oleh masing-masing calon didepan sidang Musprov Kadin Aceh.

Sementara itu, lanjut Yusuf, bagi calon kandidat ketua umum Kadin Aceh yang tidak menyiapkan persyaratan visi dan misi tersebut, maka panitia menganggap kandidat tersebut mengundurkan diri atau gugur.

"Jadi ini masih ada waktu kita diberikan empat hari kepada calon ketua. Saya kira waktu ini cukup untuk menyiapkan visi dan misi," ujarnya.

Sementara itu, Plt Ketua Kadin Aceh, Muhammad Mada atau Cek Mada menambahkan, hingga saat ini penitia Musprov Kadin Aceh telah menerima dana kontribusi tiga kandidat yang dinyatakan lolos verifikasi berkas tersebut.

Cek Mada mwngatakan total uang Rp 1,5 miliar, yang terkumpul dari tiga kandidat digunakan untuk menyukseskan Musprov Kadin Aceh.

Ketua Organizing Commite (OC) Musprov Kadin Aceh ke VII ini mengatakan dana kotribusi sebesar Rp 500 juta tersebut tidak dapat dikembalikan kepada calon, sebab dana tersebut bersifat hangus.

"Silakan para kandidat mempersiapkan diri bersaing secara fair," kata Cek Mada.