Kadin Aceh Minta Pelaksanaan Munas VIII di Kendari Tak Ditunda

Logo Kadin Indonesia. Foto: net.
Logo Kadin Indonesia. Foto: net.

Pelaksana tugas Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh, Muhammad Mada alias Cek Mada, keberatan jika pelaksanan musyawarah nasional Kadin Indonesia ditunda. Penundaan akan sangat berpengaruh pada roda organisasi.


“Apalagi Ketua (Rosan Perkasa Roeslani) diangkat Pak Presiden sebagai Duta Besar Amerika Serikat,” kata Cek Mada kepada Kantor Berita RMOLAceh, Kamis, 17 Juni 2021.

Cek Mada mengatakan periode kepengurusan di Kadin berakhir sekitar enam bulan lalu. Pandemi Covid-19 memaksa Kadin memperpanjang masa tugas kepengurusan Rosan. 

Namun saat ini, kata Cek Mada, penundaan munas bukanlah opsi yang jadi pilihan Kadin. Kadin, kata dia, harus dipimpin oleh ketua dan kepengurusan definitif. 

Cek Mada mengatakan pelaksanaan Munas VIII Kadin Indonesia awalnya direncanakan digelar di Nusa Dua, Bali, 2-4 Juni 2021. Lokasi acara lantas digeser ke Kendari, Sulawesi Tenggara, 30 Juni 2021.

Namun sejumlah pihak meminta munas kembali ditunda. Padahal, kata Cek Mada, jumlah peserta yang hadir tidak akan membeludak seperti yang disangka. Panitia, kata dia, juga telah menyiapkan akomodasi agar pelaksanaan munas tersebut tetap berlangsung aman, sesuai dengan protokol kesehatan. 

Cek Mada mengatakan setiap provinsi akan mengirimkan tiga orang peserta ditambah satu orang peninjau. Seharusnya, dalam kondisi normal, setiap provinsi mengirimkan dua peninjau. Sebagai pengganti, seorang peninjau lain akan mengikuti munas secara virtual.

Jika dihitung, jumlah peserta yang hadir, kata Cek Mada, maksimal 166 peserta. Cek Mada juga mengatakan di luar para peserta itu, anggota Kadin yang datang tidak diperkenankan untuk masuk ke areal inti. 

“Sehingga tidak akan ada kerumunan. Jumlah peserta dikontrol dan sangat terbatas,” kata Cek Mada. 

Lagi pula, kata Cek Mada, areal pelaksanaan munas tidak didisain untuk menampung banyak orang. Cek Mada hakul yakin pengurus Kadin pusat telah mempertimbangkan hal teknis agar pelaksanaan munas tidak menjadi episentrum baru penyebaran Covid-19. 

“Kami minta munas ini tidak ditunda-tunda lagi,” kata Cek Mada.

Penulis: Adi Kurniawan