Kantor Imigrasi Banda Aceh Musnahkan 24 Ribu Lebih Arsip Fisik Subtantif

Pemusnahan arsip fisik subtantif di Kantor Imigrasi Banda Aceh. Foto: Fauzan/RMOLAceh.
Pemusnahan arsip fisik subtantif di Kantor Imigrasi Banda Aceh. Foto: Fauzan/RMOLAceh.

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh memunaskan sebanyak 24.597 berkas arsip fisik substantif keimigrasian sejak tahun 2015 sampai 2018. Pemusnahan itu dilakukan di kantor setempat.


"Kami telah memusnahkan arsip fisik substantif keimigrasian yang telah berumur tiga tahun berupa berkas Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA)," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh, Telmaizul, Kamis, 29 September 2022.

Menurut Telmaizul, pemusnahan arsip dengan cara pencacahan atau pembakaran itu merujuk pada Undang-Undang nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan dan telah memenuhi prosedur.

Walaupun demikian, kata dia, arsip yang sudah tidak memiliki nilai guna dan sudah lewat masa retensi dapat dimusnahkan sehingga arsip yang terbatas dapat digunakan kembali untuk menyimpan arsip yang baru yang masih aktif dan memiliki nilai guna.

"Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh secara berkala melaksanakan pemusnahan arsip yang telah melewati masa jangka retensi arsip sesuai dengan prosedur yang berlaku," ujar dia.

Di sisi lain, kata dia, arsip dalam bentuk digital masih di simpan. Namun walaupun arsip tersebut tetap harus di hapus sesuai aturan yang berlaku, sebab itu harus memiliki payung hukum tata cara pengahapusannya.

"Maka itu, kita tidak bisa menghapuskannya kalau belum mempunyai tata cara penghapusan arsip dalam bentuk digital," sebut dia.