Kapolsek Samalanga Diperiksa Ihwal Pengibaran Bendera Bulan Bintang

Kapolres Bireuen, AKBP Jatmiko. Foto: Polres Bireuen.
Kapolres Bireuen, AKBP Jatmiko. Foto: Polres Bireuen.

Kepolisian Resor (Polres) Bireuen menyebutkan pihaknya melakukan pemeriksaan secara internal terhadap Kapolsek Samalanga, AKP Soeharto dan personel piket atas peristiwa pemasangan bendera bulan bintang di Mapolsek setempat. Pemasangan tersebut dilakukan oleh pelaku NS alias ND cs diduga dilatarbelakangi adanya ketidakpuasan dari pelaku terhadap hasil penanganan kasus penganiayaan yang dilaporkan ke Polsek Samalanga pada 4 Oktober 2023 lalu. 


"Pemeriksaan internal juga tetap kita lakukan. Bila memang ada indikasi ketidakprofesionalan anggota dalam penanganan kasus yang mendasari kejadian ini, ya tetap akan kita proses," kata Kapolres Bireuen, AKBP Jatmiko, Sabtu, 30 Maret 2024.

Jatmiko mengatakan berdasarkan keterangan Kapolsek, aksi itu diduga karena pelaku NS alias ND cs ini tidak puas dengan penanganan kasus penganiayaan yang pernah dilaporkan ke Polsek Samalanga pada Oktober 2023 lalu. Padahal, kata Jatmiko, penanganan kasus tersebut telah dilakukan dengan profesional sesuai aturan yang berlaku.

"Prosesnya juga sudah berjalan sebagaimana mestinya.Tersangka beserta barang bukti pun sudah diserahkan ke jaksa," ucapnya.

Terkait kejadian tersebut, kata mantan Kapolres Simeulue ini menyebutkan, dirinya yang didampingi Pj Bupati dan tokoh masyarakat telah telah melakukan langkah-langkah persuasif agar kamtibmas di Kota Santri itu tetap terjaga. Kemudian Jatmiko juga mengimbau masyarakat, khususnya yang ada di Kabupaten Bireuen agar bersama-sama menjaga kamtibmas.

"Terlebih pada bulan suci Ramadan, sehingga terciptanya keamanan dan kenyamanan dalam beribadah," ucapnya 

Sementara itu, Kantor Berita RMOLAceh juga berusaha menanyakan kepada Kasubsi PIDM Humas Polres Bireuen, Bripka Safwan Rizal terkait pernyataan pelaku NS yang menyebutkan bahwa Kapolsek Samalanga, AKP Soeharto mengancam akan melakukan penembakan dan terkait langkah yang dilakukan polisi terhadap tindakan NS. Terkait pertanyaan tersebut Safwan belum memberikan jawaban.

Sebelumnya, Viral muncul sebuah video yang memperlihatkan seorang warga mengibarkan bendera bulan bulan di Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Samalanga, Bireuen. Peristiwa ini terjadi Jumat kemarin.

Dalam video yang berdurasi tiga menit 24 detik tersebut, memperlihatkan seorang pria menggunakan pakaian berwarna serba army dan menggunakan topi tersebut mendatangi Mapolsek Samalanga menggunakan mobil berwarna hitam. 

Dalam video tersebut pria itu itu tampak kesal kepada Kapolsek Samalanga, AKP Soeharto karena diduga tidak menerima laporan warga dan mengacam akan ditembak. 

Video itu menunjukkan bendera yang memiliki gambar bulan dan bintang serta garis  hitam, putih dan lebih dominan warna merah itu dikibarkan tepat di pagar kantor polisi itu. Dalam video itu, saat mengibarkan bendera itu, pria berbaju army itu turut dibantu oleh seorang warga.

"Kapolsek Samalanga menolak laporan warga dan mengancam tembak," kata pria itu sambil mengikat bendera dipagar.

Kemudian, didalam video tersebut juga terlihat seorang laki-laki yang diduga seorang polisi. Kepada lelaki yang mengenakan kaos polisi tersebut, pria berbaju army itu menyebutkan laporan tersebut tidak diterima oleh Kapolsek.

"Hana diteurimong, kah kupegah awai kon, ban dua hana diteurimong, hana di deungo (Tidak diterima, sudah dari awal saya bilang, keduanya tidak diterima, tidak didengar)," katanya dalam bahasa Aceh.

Sementara itu, Kapolres Bireuen, AKBP Jatmiko saat dikonfirmasi terkait video tersebut menyebutkan untuk mengkomunikasikan ke Humas Polres Bireuen.

"Silahkan ke humas," kata Jatmiko kepada Kantor Berita RMOLAceh, Sabtu, 30 Maret 2024.

Kemudian, Kantor Berita RMOLAceh berusaha mengonfirmasikan peristiwa tersebut ke Kasubsi PIDM Humas Polres Bireuen, Bripka Safwan Rizal. Terkait video tersebut Safwan mengatakan untuk dapat memberikan waktu terkait kasus tersebut.

"Baik, mohon waktu ya," sebutnya.