Kasus Dugaan Penipuan oleh Mawardi Ali Naik ke Tahap Penyidikan

Ilustrasi, Foto : ist
Ilustrasi, Foto : ist

Kepolisan Daerah Aceh belum menetapkan tersangka kasus perkara dugaan penipuan yang melibatkan Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, ketahap penyelidikan.


Kuasa hukum Zulkarnaini alias Zul Bintang, Radhitya Yosodiningrat, menyebutkan dalam perkara penipuan yang mereka laporkan belum ditetapkan sebagai tersangka.

"Akan tetapi penyidik  telah memperoleh bukti permulaan yang cukup bahwa Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, diduga telah melakukan tindak pidana penipuan," kata Radhitya kepada Kantor Berita RMOLAceh, Jumat, 11 Juni 2021.

Radhitya mengatakan perkara tersebut sudah ditingkatkan dari lidik ke Tingkat Sidik dan Penyidik. Radhitya mengaku telah mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri Jantho. 

Kepala bidang humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy, mengaku telah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan (SPDP). Untuk tersangka belum ditetapkan. 

"Kita masih periksa saksi-saksi dan penuh alat bukti," kata Winardy.

Dalam salinan yang diterima RMOLAceh, dengan nomor surat B/79/VI/RES 1.11./2021/Subdit I Resum, tertanggal 8 Juni lalu dikirimkan ke Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, dengan perihal pemberitahuan dimulainya penyidikan. 

Surat tersebut menjelaskan bahwa pada 07 Juni 2021, telah dimulai penyidikan tindak pidana penipuan sebagaimana yang dimaksud pada 378 KUHP atas nama, Mawardi Ali, pekerjaan Bupati Aceh Besar.

Sementara itu, Ditreskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Ade Hariyanto, mengatakan penetapan tersangka kasus dugaan penipuan yang melibatkan Bupati Aceh Besar masih dalam proses.

Bupati Mawardi tak mau memberi komentar. Permintaan konfirmasi lewat panggilan telepon dan pesan WhatsApp-nya tak dijawab.