Kasus Suap Alfamidi, KPK Periksa Petinggi Bank BCA

Plt Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri. Foto: RMOL.
Plt Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri. Foto: RMOL.

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil petinggi PT Bank Central Asia (BCA) Tbk, Kamis, 1 September 2022.


Pemanggilan tersebut berkaitan dengan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan suap izin pembangunan cabang Alfamidi di Kota Ambon yang menjerat mantan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy sebagai tersangka.

"Pemeriksaan dilakukan Kantor KPK Gedung Merah Putih, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan," kata Plt Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri, seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL. 

Saksi-saksi yang dipanggil, yaitu Lianawaty Suwono selaku Direktur Kepatuhan BCA; Liem Antonius selaku karyawan BCA; dan Andrew Thomas Kading selaku swasta.

Richard Louhenapessy ditetapkan tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pada Senin (4/7). Ia diduga sengaja menyembunyikan maupun menyamarkan asal usul kepemilikan harta benda dengan menggunakan identitas pihak-pihak tertentu.

Sebelumnya, Richard bersama dua orang lain juga ditetapkan tersangka dugaan suap izin prinsip pembangunan cabang retail Alfamidi tahun 2020 di Kota Ambon.

Kedua orang lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka suap, yaitu Andrew Erin Hehanussa (AEH) selaku Staf Tata Usaha Pimpinan pada Pemkot Ambon; dan Amri (AR) selaku karyawan Alfamidi Kota Ambon.

Namun demikian, KPK baru resmi menahan tersangka Richard dan Andrew pada Jumat (13/5). Sedangkan untuk tersangka Amri yang diketahui menjabat sebagai Kepala Perwakilan Regional Alfamidi belum dilakukan penahanan.

Artinya, perkara TPPU ini merupakan perkara kedua untuk Richard yang sedang didalami oleh tim penyidik KPK meskipun perkara suap masih dalam tahap penyidikan.