Kendala Dalam Pelaksanaan Qanun LKS Butuh Solusi Konkret

Mawardi Ismail. Foto: Irfan Habibi.
Mawardi Ismail. Foto: Irfan Habibi.

Pengamat hukum dan politik, Mawardi Ismail, mengatakan polemik bank syariah dan konvensional perlu mencari titik tengah. Harus ada untuk mengatasi permasalahan yang ada dan dialami oleh banyak warga Aceh. 


“Pihak pro-kontra perlu mencari solusi yang konkrit,” kata Mawardi dalam acara Launching Lingkar Publik Strategis dan Diskusi Publik “Ekonomi Syariah Dan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Aceh Kedepan” di Kampus UIN Ar-raniry Banda Aceh, Rabu, 9 Februari 2021.

Menurut Mawardi, jika kendala praktis dijawab dengan teori tidak akan nyambung. Oleh karena itu, kata dia, permasalahan praktis harus dijawab dengan solusi. 

Mawardi menyebutkan proses pembuatan hukum tersebut mengacu pada naskah akademik. Dalam naskah akademik, kata dia, tidak ditemukan dan hambatan yang ada di lapangan. 

Menurut Mawardi, mungkin saja jika qanun ditunda sementara waktu. Dengan penundaan, pihak terkait terbuka untuk revisi agar tidak terjadi lagi masalah. Menurut Mawardi, bank syariah dan Pemerintah Aceh terdapat monopoli operasional dari proses konversi ini. Akibatnya, kata dia, bank syariah mendapat keuntungan luar biasa. 

“Sedangkan masyarakat mendapatkan hal-hal teknis. Bank syariah diuntungkan, masyarakat dirugikan,” kata Mawardi. 

Oleh karena itu, kata Mawardi, perlu dorongan agar bank syariah membebaskan biaya transfer antarbank. Jangan sampai dengan keberadaan bank syariah, kata Mawardi, membuat perekonomian Aceh merosot dari kemajuan. 

“Karena itu, qanun perlu di revisi untuk mengatasi persoalan-persoalan yang timbul di lapangan,” kata Mawardi.