KPK Cokok Bupati Nganjuk

Gedung Merah Putih, kantor KPK. Foto: net.
Gedung Merah Putih, kantor KPK. Foto: net.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Dit Tipidkor Bareskrim Polri menahan Novi Rahman Hidayat. Penangkapan Bupati Nganjuk ini juga dilakukan bersama-sama beberapa camat di kabupaten itu, kemarin malam, sekitar pukul 19.00 WIB. 


“Mereka ditangkap atas dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya terkait pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur,” kata Juru Bicara KPK, Ali Fikri, dalam keterangan tertulis, Senin, 10 Mei 2021.

Penyidik Dit Tipidkor Bareskrim Polri, kata Ali Fikri, melanjutkan proses penyelidikan tersebut ke tahap penyidikan. Dalam perkara ini, Novi diduga menjadi penerima hadiah atau janji dari Dupriono, Camat Pace selaku pemberi hadiah. 

Petugas juga menangkap Edie Srijato, Camat Tanjunganom dan sebagai Plt. Camat Sukomoro; Haryanto, Camat Berbek; Bambang Subagio, Camat Loceret; dan Tri Basuki Widodo, bekas Camat Sukomoro.

KPK dan polisi juga menangkap M Izza Muhtadin, ajudan Bupati Nganjuk yang diduga menjadi perantara penyerahan uang dari para camat kepada Novi.

Dari brankas pribadi Novi, tim mengamankan uang tunai Rp 647.900.000. Delapan unit telepon genggam, dan satu buah buku tabungan atas nama Tri Basuki Widodo. 

Ali mengatakan para camat memberikan sejumlah uang kepada Bupati Nganjuk melalui ajudan bupati terkait mutasi dan promosi jabatan mereka dan pengisian jabatan tingkat kecamatan di jajaran Kabupaten Nganjuk. Uang ini lantas diserahkan kepada Novi. 

Novi dijerat dengan pasal 5 ayat (1) huruf a atau b, Pasal 11 dan Pasal 12 B, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHP.

Dia juga pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan tahun pidana denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 250 juta. Dia juga pasal 11 pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 250 juta.

Pasal 12 pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 dan pidana denda paling sedikit Rp 200 juta hingga Rp 1 miliar.***