Label Teroris untuk Munarman Terlalu Berlebihan

Munarman. Foto: net.
Munarman. Foto: net.

Penangkapan mantan Sekretaris Umum FPI, Munarman mengundang tanda tanya besar bagi sejumlah aktivis. Salah satunya Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule yang menilai tuduhan Munarman terlibat terorisme terlalu berlebihan.


Iwan Sumule mengaku sudah mengenal Munarman sejak puluhan tahun lalu. Baginya bekas  panglima FPI itu bukan sebatas sahabat dekat, melainkan sudah seperti saudara kandung.

“Berlebihan kalau menuduh kawan saya Munarman terlibat terorisme. Tudingan fundamentalis radikal pun jadi tak layak,” kata Iwan seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Rabu, 28 April 2021.

Iwan Sumule pun bercerita mengenai kedekatannya dengan Munarman. Iwan Sumule mengaku pernah menjadi tim sukses Munarman saat yang bersangkutan maju mencalonkan diri menjadi ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Tidak hanya itu, Munarman juga merupakan salah satu saksi dari perjalanan hidupnya saat melamar sang istri. "Saya tim sukses ketika Maman jadi Ketua YLBHI, bahkan Maman ikut melamar saat saya ingin memperistri wanita keturunan Cina,” urainya.

Iwan Sumule bahkan pernah menyampaikan pertanyaan kepada Munarman mengenai pilihan untuk ikut berkecimpung di Front Pembela Islam (FPI).

Pertanyaan muncul lantaran FPI kala itu dikenal sebagai organisasi yang bersifat keagamaan dan memiliki kecenderungan menegakkan ajaran agama dengan cara-cara kekerasan.

Sementara Munarman dikenal sebagai aktivis yang plural dan menghormati perbedaan, juga pembela rakyat tertindas. Atas sepak terjang itu, Munarman kemudian terpilih menjadi Ketua YLBHI.

Jawaban Munarman ketika itu, kata Iwan, bahwa dia memilih masuk ke FPI karena anggapan itu. Dia ingin agar umat tidak lagi mau dan mudah diadu domba oleh oknum-oknum negara yang dapat memecah belah persatuan.

Baginya, Munarman bukan sekadar kawan, tapi sudah seperti saudara kandung saya. Atas alasan itu juga, Iwan Sumule mengaku sedih saat berbagai tudingan dialamatkan kepada Munarman,

“Apalagi jika ada tuduhan yang menyatakan Munarman terlibat terorisme, sosok yang fundamentalis dan radikal,” kata Iwan.

Munarman ditangkap Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap Munarman di kediamannya Perumahan Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan. 

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa penangkapan tersebut terkait dengan rangkaian proses baiat yang diduga ke jaringan teroris yang dilakukan di Jakarta, Makassar, Sulawesi Selatan, dan Medan, Sumatera Utara.

Munarman, sambung Ahmad, diduga ikut dalam proses baiat ke kelompok terorisme ISIS di Makassar, beberapa tahun silam. Namun, untuk baiat di Medan dan Jakarta, Ahmad belum merinci kemana proses Baiat tersebut ditujukan.