Lebih Setahun, Polres Aceh Jaya Tangkap 11 Pelaku Pembunuhan Lima Ekor Gajah

Konferensi pers kasus pembunuhan lima ekor gajah di Aceh Jaya. Foto: Irfan Habibi
Konferensi pers kasus pembunuhan lima ekor gajah di Aceh Jaya. Foto: Irfan Habibi

Kepolisian Resor (Polres) Aceh Jaya menangkap 11 pelaku pembunuhan lima ekor gajah di Desa Tuwie Peuriya, Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya. Gajah tersebut sengaja dibunuh dengan jeratan kawat listrik setinggi 1,5 meter.


Kaplores Aceh Jaya, AKPB Harlan Amir, mengatakan 11 tersangka memiliki peran berbeda-beda. Satu pelaku diantaranya, terlibat juga kasus serupa di wilayah hukum Polres Aceh Timur

11 tersangka tersebut ialah, HD (39), IH (43), HI (46), SP (62), MR (32), ZB (25), IF (46), MN (68), SD (49), AM (61), dan MD (49) sebagai penadah.

"Pengungkapan itu dilakukan selama satu tahun, delapan bulan. Dijual dengan harga (Rp) 3,5 juta kepada penadah terakhir yaitu MD (49)," kata Harlan, di Mapolres Aceh Jaya, Rabu, 15 September 2021.

MA, kata Harlan, ditangkap di Banda Aceh beberapa waktu lalu. Delapan tersangka lainnya ditangkap di Desa Tuwie Peuriya, Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya. Sedangkan, SD (49), AM (61), menyerahkan diri.

Barang bukti tulang belulang gajah. Foto: Irfan Habibi

Harlan menyebutkan tiga pasang gading gajah sudah dijual. Hanya sepasang berhasil diamankan. Sedangkan sepasang lagi, hilang. "Karena ada satu tengkorak ditanam, mungkin sepasang lagi disitu," kata dia.

Untuk mengungkap kemana gading gajah itu dijual, kata Harlan, akan diselidiki lebih lanjut oleh Polres Aceh Timur. Karena, kata dia, MD sebagai penadah juga terlibat dengan kasus serupa di wilayah hukum Polres Aceh Timur. 

Harlan mengaku Saktreskrim Polres Aceh Jaya, sempat hilang arah petunjuk dalam penyelidikan selama satu tahun, delapan bulan. Meski demikian, kasus tersebut berhasil diungkap.

Tersangka dijerat Pasal 40 ayah (2) Jo Pasal 21 ayat (2) huruf A dan B Undang-Undang Repbulik Indonesia Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana penjara lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.