Menko Airlangga: Harga Vaksin Mandiri Segera Ditetapkan Lewat Permenkes

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto/Dok
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto/Dok

Pemerintah mentargetkan pada pekan ketiga bulan Mei ini, program vaksinasi gotong royong mulai dilaksanakan. Harga vaksin mandiri tersebut segera ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan melalui Permenkes.


Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (3/5).

Airlangga menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi mandiri ini dilakukan berbasis perusahaan yang telah mendaftar ke Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Pemerintah juga mempertimbangkan  zonasi risiko penularan Covid-19 per daerah. Tahap awal, vaksinasi akan lebih diutamakan kepada industri padat karya.

"Prioritas berbasis zonasi. Juga berbasis kepada perusahaan yang sudah daftarkan diri ke Kadin. Dan tentunya pada jenis industrinya, diutamakan yang padat karya," ujar Airlangga seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL.

Airlangga, menjelaskan, alasan Industri padat karya menjadi prioritas utama, karena industri ini menyerap lebih banyak tenaga kerja dibanding industri padat modal. Disamping itu, risiko penularan Covid-19 juga lebih tinggi di industri padat karya.

Program vaksinasi gotong royong ini juga memberikan askes bagi pekerja asing untuk mendapatkan vaksinasi. Syaratnya, pekerja asing yang dimaksud harus memiliki kartu izin tinggal terbatas (KITAS) atau kartu izin tinggal tetap (KITAP).  Adapun biaya vaksinasi dibebankan kepada perusahaan penanggung WNA tersebut.

Soal harga vaksin, Airlangga mengatakan, Kementerian Kesehatan segera menerbitkan Permenkes mengenai vaksinasi gotong royong.

Vaksinasi gotong royong ini akan menggunakan vaksin produksi Sinopharm. Indonesia sendiri sudah sepakat dengan Sinopharm untuk mendatangkan 7,5 juta dosis vaksin sampai Juli nanti.

"Juga 5 juta dosis dari Cansino yang sedang dalam proses," tambah Airlangga.

Sebelumnya dikabarkan, vaksin Sinopharm pemberian Uni Emirat Arab (UEA) sebanyak setengah juta dosis sudah tiba di Tanah Air. Vaksin produksi China itu dibawa menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA-891.

Sekedar informasi, medio April lalu, Ketua Kadin Indonesia Rosan P Roeslani telah melaporkan kepada Presiden Joko Widodo terkait perkembangan pendataan program Vaksinasi Gotong Royong yang dibuka sejak 28 Januari 2021. Tercatat hingga 10 April 2021, tercatat sebanyak 17.387 perusahaan telah mendaftar dengan 8,6 juta orang sasaran vaksinasi.