Mitos Berahi dan Masa Depan Penyu

Ilustrasi: net.
Ilustrasi: net.

BIASANYA penyu berlabuh di pantai di Aceh atau pantai-pantai lain di pesisis Sumatera pada musim timur atau musim angin timur. Di masa-masa ini, gelombang yang sampai ke pantai yang landai di Sumatera relatif tenang dan memudahkan penyu untuk berlabuh untuk meletakkan telur-telurnya.  

Penyu selalu kembali ke tempatnya dilahirkan setelah berenang ribuan mil. Induk-induk penyu mencari pantai berpasir lembut dan bersuhu hangat untuk mengerami telur-telurnya. Rata- rata seekor penyu menelurkan 120-160 butir. Para pakar menduga penyu mengikuti penanda medan magnetis yang secara khusus menuntunnya untuk kembali ke tempat asal. Seekor tukik yang lahir di pantai Lampuuk pasti kembali sebagai induk penyu untuk bertelur di Lampuuk. 

Pantai-pantai Aceh sendiri menjadi tempat bertelur dan menetas sejumlah jenis penyu, seperti penyu lekang atau penyu abu-abu (lepidochelys olivacea), penyu belimbing (dermochelys coriacea ), penyu hijau (chelonia mydas), penyu sisik (eretmochelys imbricata). Semua jenis penyu itu berstatus sebagai satwa yang dilindungi dan masuk dalam daftar hewan yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Meski berstatus dilindungi, status penyu-penyu itu tak benar-benar aman dari ancaman perburuan. Bahkan telur penyu dijual bebas di Banda Aceh. Beberapa restoran juga menyajikan menu telur penyu. Telur penyu memiliki nilai ekonomi akibat permintaan pasar lokal. Harga sebutir telur penyu yang dijajakan berkisar Rp 6.000– Rp8.000 per butir. Musim timur adalah saat yang ditunggu para pemburu telur penyu. 

Ironinya, praktik perburuan dan perdagangan telur penyu ini berangkat dari mitos: seks. Banyak anggota masyarakat yang menganggap sebutir telur penyu dapat meningkatkan vitalitas seorang pria. Padahal, menurut sejumlah penelitian, kandungan protein telur penyu sangat tidak baik untuk kesehatan. 

Bagi pria yang membutuhkan makanan untuk meningkatkan vitalitas, mereka lebih baik mengonsumis telur bebek hijau. Di Aceh, biasanya telur unggas ini dikonsumsi dengan kopi dan disebut boh manok weng. Betapa konyolnya jika para pria salah resep untuk menjadi “perkasa”. Alih-alih membuat “istri tersenyum”, mereka malah berkontribusi dalam proses pemusnahan empat jenis penyu yang sangat penting bagi ekosistem. 

Untuk mencegah terjadi perburuan telur penyu secara terus menerus, para pemburu telur penyu pun hendaknya sadar diri. Jika memang harus mengambil, hendaknya mereka tak terlalu serakah dengan mengambil semua telur yang mereka temukan. Ambillah 10-20 persen telur penyu yang mereka temukan. Sisanya, biarkan alam yang menentukan nasib seekor tukik untuk kembali ke pantai tempat mereka dilahirkan. 

Aparat penegakan hukum pun hendaknya memberikan edukasi dan tindakan tegas terhadap pemburu atau pedagang telur penyu. Otoritas satwa liar juga harus lebih sering turun ke lapangan untuk memantau dan aktivitas perburuan dan jual beli telur penyu. 

Penyu dapat menghasilkan keuntungan langsung: uang, bagi masyarakat. Caranya tidak dengan menjualbelikan telur. Pemerintah, otoritas perlindungan satwa liar, dan masyarakat dapat mengembangkan ekowisata berbasis penyu. Paket-paket wisata untuk menyaksikan penyu bertelur, atau pelepasan tukik kembali ke alam liar, berpotensi memberikan keuntungan bagi masyarakat. 

Lewat pengembangan ekowisata yang tepat, aparat penegak hukum dan otoritas perlindungan satwa liar pun tak perlu pusing untuk menghempang jual beli telur penyu ini. Ada banyak hal yang memberikan keuntungan jika para pihak bersama-sama melindungi penyu dari kepunahan. Tak perlu terburu nafsu.

| Penulis adalah alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan Tgk Chik Pante Kulu dan pengamat satwa liar