Pembangunan Infrastruktur di Aceh Belum Terhubung dengan Kebutuhan Bisnis

Konferensi Pers Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Aceh. Foto: Fakhrurrazi
Konferensi Pers Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Aceh. Foto: Fakhrurrazi

Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh, Safuadi, mengatakan langkah Pemerintah Aceh untuk mengentaskan kemiskinan di Aceh, mulai dari masa konflik sampai sekarang, sudah tepat. Menurut Safuadi, langkah dan kebijakan di atas perlu ditingkatkan lagi oleh Pemerintah Aceh agar angka kemiskinan di Aceh lebih cepat teratasi. 


"Sebenarnya tour crisis-nya apa yang dilakukan pemerintah Aceh sangat bagus, dari masa konflik sampai sekarang, penurunan kemiskinan sangat signifikan," kata Safuadi di sela-sela konferensi pers Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Aceh di Gedung AAC Dayan Dawood, Kamis, 25 Februari 2021.

Untuk mencapai hal itu, kata Safuadi, pemerintahan di seluruh Aceh perlu membangun integrasi, singkronisasi, dan sinergitas dari semua entitas yang ada. Safuadi mengingatkan bahwa langkah serentak ini akan memberikan dampak besar bagi upaya pembangunan Aceh dan lebih efektif untuk membangun kesejahteraan rakyat Aceh. 

Menurut Safuadi, infrastruktur yang telah dibangun Pemerintah Aceh sudah baik. Hanya perlu disempurnakan karena belum terhubung dengan kebutuhan bisnis. Pemerintah daerah harus membuat fasilitas  untuk standar internasional, bukan provinsi.

"Nah, kapal belum bisa datang secara reguler ke Aceh karena dia harus mengeluarkan biaya tambahan, sebab kedalaman tempat sandar belum memadai. Kalau dia datang kemari untuk ambil barang di Aceh, harus ambil barang kecil kecil harus dua kali biaya angkut," kata Safuadi.

Jika pemerintah telah menyiapkan untuk kebutuhan antarnegara, maka semua kegiatan terkonsolidasi. Sehingga semua pihak bisa bergerak secara masif, semua kabupaten bisa bekontribusi.

Sementara itu, Rektor Universitas Syiah Kuala Profesor Samsul Rizal mengatakan bahwa Aceh memiliki banyak kekayaan alam. Hanya saja, pemangku kepentingan di provinsi paling barat Indonesia ini kurang bersinergi dengan berbagai pihak terkait.

"Tidak bisa membangun Aceh itu dengan pemerintah daerah saja, harus semua ikut bersama. Mereka itu, masyarakat, para pengusaha, industriawan, industri-industri kecil kaum buruh lebih cepat untuk mengentaskan kemiskinan," ujar Samsul melalui layar video.