Pemerintah Didesak untuk Evaluasi Harga TBS di Daerah

Buah kepala sawit. Foto: indonesia.go.id.
Buah kepala sawit. Foto: indonesia.go.id.

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkindo) Aceh mendesak Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk evaluasi lapangan terhadap pembelian tandan buah segar oleh pabrik kelapa sawit di daerah. Pasalnya, pabrik kelapa sawit tidak siap dan tidak mau membeli dengan harga yang telah ditetapkan.


Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh telah menetapkan harga tandan buah segar setiap bulannya. Walaupun sudah ditertera dalam surat keputusan tentang penetapan harga tandan buah segar namun pelaksanaan dilapangan tidak sesuai ketatapan yang ada.

“Pelaksanaan di lapangan masih banyak pabrik yang membeli di bawah harga yang ditetapkan oleh pemerintah bersama tim penetapan harga. Pabrik kepala sawit seperti memainkan harga di daerahnya,” kata ketua humas Apkindo Aceh, Fadhli Ali, kepada Kantor Berita RMOLAceh, Selasa, 13 April 2021.

Bedasarkan survei lapangan yang dilakukan Apkindo Aceh, kata Fadhli Ali, pabrik kelapa sawit yang berada di Nagan Raya, Aceh Barat dan Aceh Jaya, sering sekali membeli buah dibawah harga yang di tetapkan oleh pemerintah. 

Pabrik di Nagan Raya membeli tandan buah segar dengan harga Rp 1.560-1.600. “Harga sebesar itu kan sedikit lebih tinghi dari harga buah pasir, perlu di usut hal ini. Jangan sampai petani sawit menjerit,” kata Fadhli.

Menurut Fadhli, pabrik kelapa sawit di Nagan Raya, Aceh Barat, dan Aceh Jaya cukup nakal. Selain itu, pabrik di daerah tersebut ada "cincai-cincai" harga beli diantara sesama pabrik. 

Pabrik kelapa sawit di daerah itu, kata Fadhli, seperti bermufakat untuk membeli murah sawit dibawah harga yang ditetapkan pemerintah. Namun demikian, Apkindo Aceh tidak ingin gegabah memvonis. Oleh karena itu, pemerintah melalui dinas pertanian dan perkebunan Aceh untuk melakukan pemantauan dan investigasi.