Pemerintah Disarankan Kembangkan Potensi Pulo Aceh

Penanaman pohon bakau di Pulo Aceh. Foto: ist.
Penanaman pohon bakau di Pulo Aceh. Foto: ist.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah M Fadhil Rahmi dan Kaukus Pemuda Aceh (KPA) menanam ratusan pohon mangrove di pesisir Pulau Aceh, Aceh Besar. Dia menyebut daerah ini memiliki banyak potensi ekonomi untuk dikembangkan.


"Kegiatan ini juga bagian dari pelestarian mangrove di pesisir Pulo Aceh," kata Syekh Fadhil Rahmi, Rabu, 3 Maret 2021. "Ini adalah bagian dari upaya mencegah abrasi di kawasan itu."

Menurut Syekh Fadhil, Mangrove merupakan benteng alam alami untuk mencegah abrasi di pesisir pantai. Kegiatan tersebut merupakan inisiatif dari para pemuda yang tergabung dalam Kaukus Pemuda Aceh.

Syekh Fadhil mengatakan Pulo Aceh memiliki banyak pantai yang cukup menarik untuk dikembangkan baik dari sisi pariwisata maupun ekonomi. Oleh karena itu, dia menyarankan berbagai pihak harus berperan untuk mempromosikan pariwisata Pulau Aceh kepada masyarakat luar.

Fadhil mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif dari KPA. “Kebetulan saya ada di Banda Aceh dan kemudian ikut bergabung bersama-sama," kata Syech Fadhil.

Muhajir, pemuda Pulo Aceh, mengaku kedatangan Syekh Fadhil dan rombongan ke Pulo Aceh adalah sebuah kehormatan. Dia berharap ada lebih banyak lagi “orang penting” di Aceh dan nasional datang ke Pulo Aceh untuk terlibat membangun daerah itu. 

"Semoga mendapat kesan yang baik selama berada di Pulo Aceh, dan kita mengucapkan terima kasih karena sudah melaksanakan kegiatan sosial di sini," ujar Muhajir.

Selain penanaman mangrove, KPA dan Syech Fadhil juga menggelar kegiatan sosial lainnya selama berada di Pulo Aceh. Salah satunya tadabbur atau renungan malam bersama di pinggir pantai Aroh Lampunyang.