Pemko Banda Aceh Batasi Penggunaan Plastik di Tempat Belanja Umum

Pelanggan menggunakan tas ramah lingkungan. Foto: Adi Kurniawan
Pelanggan menggunakan tas ramah lingkungan. Foto: Adi Kurniawan

Dalam rangka menjaga lingkungan, Pemerintah Kota Banda Aceh membatasi penggunaan kantong plastik di Swalayan, Supermarket dan Mall. Hal itu mengacu pada Peraturan Wali Kota no. 111 tahun 2020, tentang pembatasan penggunaan kantong plastik. 


Kepala seksi teknologi pengelolaan sampah dinas lingkungan hidup Banda Aceh, Rosdiana, mengajak seluruh warga Banda Aceh, dan berdomisili di Aceh Besar serta sekitarnya untuk melakukan pembatasan penggunaan kantong plastik.

"Jadi beralihlah sekarang ke tas ramah lingkungan. Karena kita ketahui bersama bahwa Indonesia negara kedua setelah Tiongkok dan Cina yang menghasilkan sampah terbesar yang berakhir di laut," kata Rosdiana saat sosialisasi pembatasan penggunaan kantong plastik di Suzuya Mall, Banda Aceh, Kamis, 10 Juni 2021.

Rosdiana mengatakan bahwa sampah plastik tidak mudah teruai ataupun tidak mudah membusuk. Dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia ini adalah suatu hal yang tepat.

Rosdiana mengimbau warga tidak lagi menggunakan tas belanja plastik. Setidaknya telah mengurangi beban tempat pembuangan akhir. Untuk diketahui, kata dia, tempat pembuangan akhir Banda Aceh setiap hari mengahasilkan sampah 230 ton per harinya. 

"Dan setiap harinya di tranfer lebih kurang 180 ton perharinya ke TPA regional Blang Bintang," kata Rosdiana. 

Pemko Banda Aceh, kata Rosdiana, mengimbau aksi ini tidak hanya di Suzuya Mall saja. Tapi semua semua mall, supermarket dan swalayan. 

Rosdiana mengatakan akan memberikan tas ramah lingkungan itu. Namun terbatas, siapa cepat dan beruntung saja mendapatnya. Masyarakat yang sedang berbelanja, kata dia, diberikan syarat terlebih dahulu. Bukan asal ngasih aja. 

"Seandainya mereka tidak membawa tas belanja sendiri, akan dikenakan yaitu biaya persatu kantong plastik yaitu 500 perak terhadap costumer," kata Rosdiana. 

Menurut perwal tersebut, kata Rosdiana, ada satu hari tanpa kantong plastik. Yaitu senin.

PENULIS: ADI KURNIAWAN