Penunjukan Nova sebagai Ketua Tak Baik untuk Partai Demokrat Aceh

Ketua DPD Partai Demokrat Aceh Nova Iriansyah mendampingi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di Bireuen. Foto: Fauji partai. Foto: liputanaceh.
Ketua DPD Partai Demokrat Aceh Nova Iriansyah mendampingi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di Bireuen. Foto: Fauji partai. Foto: liputanaceh.

Pengamat Politik Universitas Syiah Kuala, Efendi Hasan, memperkirakan Nova Iriansyah bakal terpilih kembali sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh. Dia akan terpilih secara aklamasi dalam Musyarawah Daerah (Musda) ke V yang akan digelar di Banda Aceh, akhir pekan ini.


"Itu pasti akan terjadi aklamasi," kata Efendi Hasan kepada Kantor Berita RMOLAceh, Rabu, 9 Juni 2021.

Namun Efendi juga menyayangkan jika hal ini terjadi. Menurut Efendi, seharusnya Partai Demokrat  membuka ruang kompetisi kepada kader-kader untuk bersaing merebut kursi Ketua DPD Partai Demokrat Aceh.

Efendi mengatakan kompetisi akan menghasilan kompetensi. Hal ini akan lebih baik bagi Partai Demokrat. Lewat kompetisi, kader-kader lain di Partai Demokrat akan mengorbit. 

Efendi menyampaikan bahwa Nova bukan satu-satunya kader di Partai Demokrat yang layak untuk memimpin. Banyak kader lain yang lebih siap untuk menggantikan Nova Iriansyah sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh.

"Terserah dalam kompetisi itu Pak Nova yang menang. Tapi dibuka kompetisi itu, jangan terkesan nanti aklamasi," kata Efendi.

Dia juga meminta agar seluruh kader Partai Demokrat untuk tidak takut berkompetisi. Bahkan menganggap kompetisi atau sebuah pertandingan akan menimbulkan konflik. Efendi mengatakan kompetisi menandakan kematangan sesuatu partai.

"Saya pikir peluang itu harus dibuka untuk semua kader dan saya pikir untuk memimpin partai Demokrat itu tidak hanya ditangan Pak Nova, kader-kadernya saya pikir juga mampu," jelasnya.

Sebagai partai yang sudah besar, kata Efendi, dalam konteks penguasaan kursi di DPR Aceh, seharusnya Partai Demokrat Aceh membuka ruang kompetisi. Tak baik jika hanya mendorong untuk satu orang untuk maju.

Jika hal itu terjadi, kata Efendi, maka akan terjadi kemandekan. Pemilihan secara aklamasi, kata dia, akan menutup peluang  kader lain bersaing dan duduk di pucuk kepengurusan Partai Demokrat Aceh.