Perjalanan Cinta dari Cilacap ke Sabang di Atas Motor CB 100

Kiki Hartono dan Heli Hidayati. Foto: Muhammad Fahmi.
Kiki Hartono dan Heli Hidayati. Foto: Muhammad Fahmi.

Ini bukan kisah perjalanan cinta dua remaja di atas sepeda motor seperti yang ditulis oleh Pidi Baiq dalam novel Dilan dan Milea. Kiki Hartono dan Heli Hidayati menulis kisah cinta mereka lebih jauh lagi.


Kiki dan Heli berkendara di atas motor CB 100 keluaran tahun 1970 dari Cilacap, sebuah kabupaten di pesisir selatan Jawa Tengah, ke Titik Nol, Sabang, di ujung barat Sumatera. Perjalanan ini ditempuh saat keduanya jauh melewati usai remaja. 

Kiki--dia biasa dipanggil Pak Aki, 63 tahun, dan istrinya memulai perjalanan dari Kecamatan Majenang. Kiki berujar kepada Heli, "ayo mah (mama--panggilan Kiki untuk Heli). Kita pergi berdua saja, nikmati saja (perjalanan),” kata Kiki kepada Kantor Berita RMOLAceh, Sabtu, 15 Januari 2022. 

Tak ada rencana Kiki, awalnya, untuk mengajak sang istri menempuh perjalanan jauh ini. Awalnya, tawaran ini disampaikan Kiki kepada kawan-kawan sesama pemilik Honda CB 100 untuk touring ke Kilometer Nol. 

Namun tak ada yang mengiyakan. Teman-teman, kata Kiki, punya banyak alasan untuk menolak tawaran tersebut. Mulai dari permasalahan biaya perjalanan hingga jarak tempuh terlalu jauh. 

Heli tak menolak tawaran suaminya. Akhinya mereka mulai berkendara menuju Aceh. Agar perjalanan tak terasa berat, keduanya tak mematok waktu perjalanan. Mereka hanya menikmati perjalanan, melewati daerah-daerah dan berjumpa dengan banyak orang. Hanya berdua. 

"Ada was-wasnya juga. Takut masalah di mesin. Maklumlah, motor tua,” kata Kiki. 

Di sepanjang perjalanan, kedua pasangan ini bertemu dengan sesama pencinta motor CB. Mereka menerima banyak bantuan, mulai dari memeriksa mesin hingga bantuan penginapan. Kiki mengatakan perjalanan ini membuka pintu silaturahim dan rezeki. 

Akhirnya, setelah meninggalkan Majenang 14 hari, Kiki dan Heli tiba di Banda Aceh. Mereka tak menunggu lama untuk segera menyeberang ke Pulau Weh, menuju Kilometer Nol. "Iya tujuan utama itu," ucap Kiki.

Tiba di Kilometer Nol, kedua pasangan ini tak menyia-nyiakan kesempatan. Kiki mengaku menikmati keindahan Aceh, terutama Sabang. Dia juga mengaku menikmati perjalanan selama di Aceh. 

“Buat teman-teman yang mau touring ke Aceh, yang penting adalah tetap berkonsentrasi dan berhati-hati. Utamakan keselamatan diri, orang yang kita bonceng dan orang-orang di jalan. Cintailah orang-orang di sekeliling kita,” kata Pak Aki.