Polda Aceh Belum Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Beasiswa di DPR Aceh

Kombes Pol
Kombes Pol

Sebanyak enam anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dipanggil oleh Kepolisian Daerah (Polda) Aceh terkait kasus dugaan korupsi beasiswa. Hingga saat ini belum diputuskan tersangka. 


"Belum, nanti diinfokan kalau sudah ada hasil gelar perkara tersangkanya," kata Kabag Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy kepada Kantor Berita RMOLAceh, Senin, 31 Mei 2021. 

Winardy mengatakan penetapan belum diputuskan karena penyidik tengah mencari dua alat bukti dari puluhan bekas dewan dan dewan aktif tersebut.

Winardy mengatakan penetapan tersangka diputuskan dengan alat bukti yang dilakukan lewat gelar perkara.

Koalisi Barisan Muda Aceh Nusantara (KBMA) sebelumnya mencatat, dari data diperoleh, sejumlah anggota dewan itu diduga melakukan korupsi beasiswa dengan jumlah bervariasi dari puluhan juta hingga miliaran. 

Khusus untuk dewan berinisial ZL, nilainya mencapai Rp 90 juta. Uang ini dialokasikan kepada tiga orang penerima beasiswa. 

Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh menemukan indikasi penerimaan beasiswa tidak sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Pergub Nomor 58 Tahun 2017.

Lembaga ini menemukan indikasi uang beasiswa mengalir ke anggota dewan. Enam anggota DPR Aceh, yakni AA (PAN), AM (Gerindra), HY (PKPI), IUA (PA), YH (PA) dan ZF (PA).