Polda Aceh Diminta Ambil Alih Persoalan Lingkungan Hidup 

Polda Aceh. Foto: net
Polda Aceh. Foto: net

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh, Muhammad Nur, meminta kepolisian daerah (Polda) Aceh mengambil alih persoalan lingkungan hidup. Pasalnya, dinas terkait seakan-akan tidak peduli terhadap kejahatan lingkungan.


"Sekarang di Polda Aceh ada Ditreskrimsus, khusus untuk bergerak di lingkungan yang ditangani salah satu," kata Nur kepada Kantor Berita RMOLAceh, Jumat, 5 November 2021.

Di sisi lain, Nur menjelaskan batu bara mengandung asam. Kandungan itu, dapat meracuni biota laut. Ketika itu terjadi biota laut akan terganggu dan ikan yang dikonsumsi mengandung racun. 

"Itu dampak batu bara. Bukan sekedar wisata saja terganggu," kata Nur. "Karena wisata di Aceh inikan wisata lokal, bukan interlokal."

Menurut Nur, ketika orang asing datang ke pantai Ulee Lheue pasti akan heboh. Karena pengunjung wisatawan lokal, hal itu biasa saja.

Untuk itu, kata dia, penertiban harus diserahkan ke Ditreskrimsus. Dengan demikian, kata Nur, Ditreskrimsus bisa memanggil dan memeriksa dinas terkait. 

Menurut Nur, ketika sudah dilakukan pemanggilan, dinas terkait kembali mengawasi kejahatan lingkungan yang terjadi. 

"Jadi harapan menggantung sebagai pengontrol lingkungan hidup atau sumber daya alam kepada DLHK hari ini, jangan. Karena tidak ada harapan," kata Nur.