Polisi Ungkap Dua Kasus Pencurian di Bener Meriah

Konferensi pers kasus pencurian di Bener Meriah. Foto: ist.
Konferensi pers kasus pencurian di Bener Meriah. Foto: ist.

Kepolisian Resor (Polres) Bener Meriah mengungkap dua kasus pencurian besar di daerah setempat. Kerugian korban dari pencurian itu mencapai ratusan juta rupiah.


Kapolres Bener Meriah, AKBP Indra Novianto, menjelaskan kasus pencurian tersebut terjadi di dua lokasi berbeda. Lokasi pertama, di gudang kopi milik korban Muhammad Rasyid di Kampung Purwosari, Kecamatan Bandar, Bener Meriah, pada 12 September lalu.

"Pelaku berhasil menggasak uang korban sebanyak Rp 700 juta," kata Indra Novianto, dalam keterangan tertulis, Kamis, 29 September 2022.

Indra mengatakan, petugas sudah menahan RJ (40) beserta tiga pelaku lainnya. Yaitu HA (33), AN (31), dan AB (59) di Batu Bara, Sumatera Utara, pada 13 September lalu. Selain RJ, para pelaku ditahan di Polres Bireuen. Karenanya juga melakukan pencurian di Bireuen.

"Sedangkan RJ beserta barang bukti berupa uang tunai Rp 610 juta, satu unit sepeda motor, dua buah helm, dan satu tas ransel warna biru dibawa ke Polres Bener Meriah untuk diproses hukum," ujar Indra.

Kemudian lokasi kedua, kata Indra, pencurian alat excavator di Kampung Rusip, Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah, pada 14 September lalu, dengan nilai kerugian korban capai Rp 250 juta. Terhadap kasus pencurian alat ekskavator ini, petugas menangkap JN (21), WR (19), SI (26), dan SF (28).

"Saat ini para pelaku beserta barang bukti sudah diamankan Satreskrim Polres Bener Meriah untuk diproses hukum. Pelaku akan disangkakan Pasal 363 KUHPidana tentang Pencurian," sebut dia.