Polisi Ungkap Kasus Tambang Ilegal di Pidie

Satu eskavator yang diamankan kepolisian. Foto: ist
Satu eskavator yang diamankan kepolisian. Foto: ist

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pidie kembali mengungkapkan kasus penambangan emas ilegal di KM 21 Alue Riek, Gampong Bangkeh, Kecamatan Geumpang, Pidie, Ahad, 26 Desember 2021 lalu.


Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy, mengatakan penyelidikan dan pengungkapan kasus penambangan ilegal tersebut memakan waktu selama lima har. Mulai dari 24-28 Desember 2021.

“Petugas mendapati dua unit eskavator di lokasi tambang. Sedangkan pelaku sudah melarikan diri sebelum petugas tiba di lokasi,” kata Winardy, dalam keterangan tertulis, Kamis, 13 Januari 2021.

Winardy menjelaskan penyelidikan yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Pidie tersebut, bermula dari adanya laporan masyarakat tentang keberadaan pekerja dan alat berat jenis eskavator yang diduga kuat melakukan penambangan secara ilegal di hutan pengunungan Geumpang.

Berdasarkan laporan tersebut, kata Winardy, petugas memetakan target dan menuju ke lokasi dengan berjalan kaki sejauh 15 kilometer. Berdasarkan jejak jalan, petugas menemukan satu unit eskavator warna oranye yang disembunyikan pelaku di dalam hutan, berjarak sekitar 500 meter dengan lokasi tambang.

“Kemudian, berjarak 5 kilometer dari lokasi pertama, petugas kembali menemukan jejak alat berat. Setelah diikuti, kembali didapati satu unit eskavator yang juga dalam keadaan tersembunyi,” ujar dia.

Winardy menyebutkan, setelah sempat bermalam di lokasi, petugas kemudian membawa turun kedua alat berat tersebut. Namun di dalam perjalanan, satu di antaranya mengalami kerusakan parah, sehingga hanya satu eskavator yang berhasil dievakuasi.

"Total ada dua eskavator yang didapati, namun yang satunya rusak dan ditinggal dan hanya satu yang dievakusasi. Untuk pelaku sudah duluan melarikan diri karena mencium kedatangan petugas," kata Winardy.

Winardy juga mengatakan, petugas sempat dihadang 300-an orang untuk menghalangi proses evakuasi alat berat tersebut. Setelah melalui proses mediasi dan diberi pemahaman, akhirnya petugas berhasil membawa dan mengamanakan eskavator tersebut ke Dinas PUPR Kabupaten Pidie.

"Sampai dengan saat ini, petugas masih terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku penambangan emas Ilegal yang sudah sangat meresahkan," kata dia.