Polres Aceh Selatan Ungkap Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

Barang bukti jerigen yang digunakan untuk praktik penyalahgunaan BBM. Foto: Polres Aceh Selatan.
Barang bukti jerigen yang digunakan untuk praktik penyalahgunaan BBM. Foto: Polres Aceh Selatan.

Tim Opsnal Satreskrim Polres Aceh Selatan berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite di Gampong Gelumbuk, Kecamatan Kluet Selatan Aceh Selatan, pada Sabtu, 30 Maret 2024. Satu terduga pelaku berinisial PE (27) berhasil ditangkap. 


"Pengungkapan berawal dari adanya laporan masyarakat yang mencurigai adanya praktik penyalahgunaan BBM seputaran Gampong Gelumbuk sering terjadinya tempat penyalinan minyak subsidi jenis pertalite," kata Kasi Humas Polres Aceh Selatan, AKP Adam Sugiarto, Ahad, 31 Maret 2024.

Menyikapi laporan itu, kata Adam, selanjutnya Tim Sat Reskrim melakukan penyelidikan di seputaran lokasi tempat sering terjadinya penyelewengan BBM bersubsidi. Berdasarkan hasil penyelidikan tim opsnal satreskrim pada hari pada Sabtu 30 Maret 2024 sekira pukul 00.30 WIB, Tim Opsnal Satreskrim mengamankan satu orang sebagai pelaku.

"Pelaku diduga melakukan penyalahgunaan jenis minyak subsidi jenis pertalite tersebut dengan cara menyalin minyak dari tangki menggunakan selang ke dalam jerigen,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Aceh Selatan, AKP Fajriadi mengatakan modus operandi pelaku yaitu membeli BBM bersubsidi jenis pertalite dari salah satu SPBU di Aceh Selatan dengan cara mengisi ke dalam tangki kendaraan roda tiga (becak) dengan berulang kali. Setelah itu pelaku menyalin BBM dari tangki becak menggunakan selang ke dalam jerigen

"Penangkapan terhadap satu orang tersangka penyelewengan BBM bersubsidi ini merupakan pengungkapan kasus yang ke tiga selama tahun 2024," kata Fajriadi.

Saat ini, kata Fajriadi, terduga pelaku telah diamankan di Mapolres Aceh Selatan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain mengamankan tersangka, polisi turut mengamankan barang bukti  berupa Kendaraan becak motor Jenis Honda Tiger  warna Merah Nopol BM 3844 UK.

Selain itu turut diamankan delapan jerigen berisi BBM jenis pertalite kurang lebih 256 Liter, Selang dan corong untuk menyalin minyak dan lima buah jerigen kosong.

"Akibat perbuatannya tersebut, PE ditetapkan menjadi tersangka dengan dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, dengan ancaman pidana penjara paling lama selama lima tahun dan denda paling banyak 60 Miliar," sebutnya.

Fajriadi pun mengimbau kepada masyarakat, agar tidak melakukan praktik ilegal penyalahgunaan BBM bersubsidi. 

"Kami meminta kepada masyarakat untuk melapor apabila menemukan kegiatan yang mencurigakan ke pihak berwajib," ujarnya.