Posisi Wagub Lowong, Partai Politik Pengusung Dinilai Bekerja Tidak Profesional

Webinar yang digelar USK. Foto: Irfan Habibi.
Webinar yang digelar USK. Foto: Irfan Habibi.

Akademisi UIN Ar-Raniry, Eka Januar, menilai keberadaan wakil gubernur sangat penting bagi Pemerintah Aceh. Wakil gubernur akan sangat membantu mengurus Aceh yang memiliki wilayah yang relatif luas dan memiliki anggaran cukup besar. 


"Keberadaan wakil gubernur adalah hal yang wajib," kata Eka Januar dalam acara diskusi virtual yang digagas Universitas Syiah Kuala, Selasa, 9 Februari 2021. 

Semenjak dilantik pada 5 November 2020, kata Eka Januar, hingga saat ini, belum ada titik terang mengenai sosok yang akan mengisi lowongan tersebut. Bahkan, kata Eka, partai politik pengusung belum memiliki format dan calon yang akan prioritaskan sebagai calon wakil gubernur. 

Padahal, kata Eka, partai politik pengusung tidak kesulitan untuk mencari sosok yang tepat sepanjang mereka bekerja secara profesional. Namun yang terlihat adalah sikap acuh tak acuh partai politik.

Menurut Eka, partai politik pengusung tidak menjalankan komunikasi politik dengan baik. Hal itu tampak ketika masing-masing partai pengusung, mengusulkan calon dari partainya masing-masing. "Hal itu tidak masalah, tapi tidak boleh berlarut-larut," kata Eka. 

Indikator politik yang baik itu, kata Eka, bekerja secara cepat dan terukur. Apalagi dalam keadaan pandemi dan banyak masalah terjadi di Aceh. Eka khawatir kebijakan partai pengusung yang lambat dan tidak terukur berdampak besar.