Profesor TA Sanny Optimistis terhadap Masa Depan Peternakan Sapi Aceh

Kunjungan pengurus Yayasan Beudoh Gampong ke Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Penghijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) di Indrapuri, Aceh Besar. Foto: Dokumentasi pribadi.
Kunjungan pengurus Yayasan Beudoh Gampong ke Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Penghijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) di Indrapuri, Aceh Besar. Foto: Dokumentasi pribadi.

Ketua Yayasan Beudoh Gampong, Profesor TA Sanny, optimistis terhadap masa depan peternakan Aceh. Di masa mendatang, Aceh akan mampu mencukupi kebutuhan daging sapi untuk kebutuhan daerah.


"Saya ingin melihat keseriusan pembibitan sapi di sini. Ternyata serius,” ujar Sanny, Ahad, 12 September 2021.

Rabu pekan lalu, saat berkunjung ke Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Penghijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) di Indrapuri, Aceh Besar, Sanny melihat sendiri upaya serius yang dilakukan balai itu di areal seluas 430 hektare itu. 

Sanny menilai program pengembangan sapi di BPTU HPT berhasil dijalankan sejak tahun 2015. Dia hakul yakin balai ini akan mampu menghasilkan 1.000 ekor sapi unggul per tahun.  

Di lokasi itu, BPTU melakukan pembibitan melalui persilangan antara jenis Belgian Blue dengan sapi Aceh dan persilangan jenis Wagyo dengan sapi Aceh.

Kepala BPTU-HPT Indrapuri, Yanhendri, berharap program pengembangan sapi Aceh, di bawah Kementerian Pertanian Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehata Hewan, di Aceh terus berkembang dan menghasilkan jenis sapi yang berkualitas.