Selisik Dugaan Penjualan Darah di PMI Banda Aceh, Besok Polisi Periksa Empat Saksi

Ryan Citra Yudha. Foto: ist.
Ryan Citra Yudha. Foto: ist.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol M Ryan Citra Yudha, mengatakan penyelidikan terkait dugaan penjualan darah ke UDD PMI Kabupaten Tangerang masih terus berjalan. Jumat pekan lalu, polisi memeriksa dua orang terkait kasus ini.


"Kami menerima informasi (terkait penjualan darah ke UDD PMI Tangerang) Rabu (pekan lalu). Atas dasar info tersebut, polisi membentuk tim dan memulai penyelidikan," kata Ryan kepada Kantor Berita RMOLAceh, Selasa, 17 Mei 2022.

Dua orang yang diperiksa adalah Sekretaris PMI Banda Aceh dan Kabid Pelayanan Kesehatan Sosial dan unit donor darah PMI Banda Aceh. Pemeriksaan dilakukan untuk mencari unsur pidana. Hari ini, kata Ryan, polisi menyiapkan surat pemanggilan terhadap empat orang lain yang berasal dari PMI Banda Aceh. 

“Besok kita mintai keterangan," kata Ryan.

Sebelumnya, Sekretaris PMI Banda Aceh, Syukran, menjalani pemeriksaan di kantor Polresta Banda Aceh. Dia diminta mengklarifikasi pernyataan yang disampaikan Rabu lalu dan bukti-bukti terkait pengiriman darah ke luar daerah oleh PMI Banda Aceh.

“Ada beberapa bukti yang kami serahkan, yaitu dokumen pengiriman darah ke Tangerang, rekaman audio sidak pengurus pada 24 Maret 2022, rekaman bukti darah sampai di Tangerang, dan regulasi yang berlaku berdasarkan Permenkes Nomor 91 Tahun 2015,” kata Syukran.

Syukran mengapresiasi langkah penegak hukum yang mengusut permasalahan terjadi. Dia mengatakan PMI tidak diperkenankan menjual darah dari para pendonor. Uang yang dikutip adalah untuk mengganti pemprosesan darah setelah didonorkan. 

Syukran juga mengaku berkomunikasi dengan Ketua PMI Provinsi Aceh, Murdani Yusuf. Murdani, kata Syukran, mengatakan bakal menindak segala bentuk pelanggaran dengan tegas. Adapun terhadap pemberitaan tentang kisruh kepengurusan PMI Kota Banda Aceh, Syukran menyampaikan, hal itu kata dia tidak ada keterkaitan antara kisruh pengurus PMI setempat dengan pengiriman darah ke Tangerang.

Namun terkait kerja sama dengan UDD PMI Kabupaten Tangerang, Syukran mengatakan tidak pernah menerima draf kerja sama itu. Seharusnya, kata Syukran, hal sepenting itu diputuskan lewat rapat para pengurus PMI Banda Aceh. 

Syukran mengatakan praktik pengiriman darah ke Tangerang bertolak belakangan dengan aturan di PMI. Sebagai sekretaris, kata Syukran, dia seharusnya menelaah isi kerja sama untuk memastikan poin-poin dalam kerja sama itu sesuai dengan aturan hukum. 

“Saya tegaskan, tidak pernah ada pembahasan Mou ataupun kerja sama ke PMI Tangerang,” kata Syukran.